Deru napas yang memburu dan patah-patah perlahan mulai mereda di dalam ruang kerja Direktur Hukum Menara SCBD yang temaram. Sisa-sisa gairah yang begitu intens, berani, dan vulgar masih terasa mengambang pekat di udara ruangan, beradu dengan aroma parfum kayu cendana yang kini menguar kuat dari setiap jengkal tubuh Diana. Di atas meja kerja jati yang besar dan kokoh—tempat di mana pasal-pasal hukum yang dingin biasanya dirumuskan—kini menjadi saksi bisu runtuhnya sebuah pertahanan moral yang selama satu tahun ini dijaga dengan sisa-sisa kekuatan batin.
Diana berbaring lemas dengan rambut hitamnya yang ditata rapi kini berantakan di atas permukaan kayu jati yang halus. Kemeja sutra putih tipis yang dikenakannya telah tersingkap sepenuhnya, menonjolkan lekuk tubuh matangnya yang berkilat oleh lapisan keringat tipis di bawah pendar lampu koridor luar yang menerobos masuk lewat celah tirai vertikal. Sepasang mata elangnya yang biasa memancarkan intimidasi hukum dan wibawa mutlak, kini meredup sayu, dipenuhi oleh kilatan kepuasan batin yang luar biasa mendalam. Selama dua belas bulan penuh, ia menahan hasrat berkuasanya untuk memiliki pria di hadapannya, dan malam ini, ego serta gairahnya sebagai wanita penguasa terbayar tuntas.
Di sisi meja, Andra Bayu berdiri membelakangi Diana. Langkah pertamanya adalah meraih kemeja abu-abu gelapnya yang sempat menanggalkan jati dirinya beberapa menit lalu. Jemari tangannya yang besar dan kasar tampak gemetar hebat saat ia mencoba memasukkan satu per satu kancing kemeja katun pesanan khususnya itu ke dalam lubangnya. Jantungnya masih berdegup kencang, bertalu-talu menghantam rongga dadanya. Namun, panasnya aliran darah muda yang tadi menguasai logikanya, kini seketika menguap, digantikan oleh hantaman rasa bersalah yang teramat sangat, dingin, dan menghujam dalam.
Andra menatap telapak tangannya sendiri dengan pandangan kosong. Ketulusan hatinya sebagai anak desa yang memegang teguh moralitas seolah berteriak di dalam kepala, mengutu…
Antara Ketulusan Dan Godaan Bos
Bab 37: Puing-Puing Rasa Bersalah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 83 Episodes
Comments