Restoran bergaya Jepang kontemporer di kawasan Menteng itu terasa sunyi dan eksklusif. Suara gemercik air dari kolam batu buatan di sudut ruangan memberikan privasi mutlak bagi para tamunya. Di dalam salah satu bilik tatami yang tertutup, Nadia duduk dengan anggun, memperhatikan Sekar yang sedang mengaduk teh hijau hangatnya dengan gerakan yang sangat tenang.
Nadia merasakan ada perubahan yang mencolok dari diri adik Andra ini. Tiga hari lalu, saat ia mengantarkan laptop ke apartemen, Sekar masih memperlihatkan gestur gadis daerah yang canggung dan pemalu. Namun siang ini, cara Sekar duduk, menatap, dan melipat tangannya di atas meja memancarkan aura dingin yang sangat familier di mata Nadia—aura orang-orang yang mulai terbiasa mengeraskan hati demi bertahan hidup di Jakarta.
“Mbak dengar dari orang-orang Mbak, kemarin ada utusan Baskara yang mendatangi apartemen kalian,” Nadia membuka suara, memecah keheningan dengan nada penuh kekhawatiran. “Andra tidak apa-apa? Kamu tidak diapa-apakan oleh mereka, kan?”
Sekar meletakkan cangkir tehnya perlahan tanpa menimbulkan bunyi sedikit pun di atas meja kayu. Ia mendongak, menatap lurus ke dalam sepasang mata CEO Apex Media itu.
“Mereka tidak menyentuhku, Mbak Nadia. Orang itu hanya datang menaruh uang ratusan juta di atas meja sebagai ancaman agar Mas Andra tidak lagi mengganggu istrinya,” jawab Sekar dengan nada suara yang sangat datar, seolah-olah ia sedang menceritakan kejadian biasa di kampus.
Nadia menghela napas panjang, gumpalan rasa bersalah kembali menyumbat dadanya. “Baskara memang bajingan yang tidak punya urat malu. Dia selalu menggunakan cara kotor untuk menindas orang-orang di sekitarnya. Itu sebabnya, Mbak diam-diam membantu biaya pengobatan Ibu Sumi dan kuliahmu, Sekar. Mbak tidak mau kalian menjadi sasaran empuk karena masa lalu Mbak dan Andra.”
Sekar tersenyum tipis. Sebuah senyuman yang terasa sangat dewasa sekaligus sinis di wajah mudanya.
“Mbak Nadia menyayangi Mas Andra sampai se-ekstrem itu ya?” tanya…
Antara Ketulusan Dan Godaan Bos
BAB 67 – DUA SISI
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 83 Episodes
Comments