Keheningan malam di dalam kamar utama vila Kebayoran Baru perlahan terkikis saat Diana membuka kelopak matanya. Efek obat penenang yang disuntikkan perawat beberapa jam lalu telah menguap, menyisakan kesadaran yang perlahan pulih di dalam kepalanya. Sinar bulan menembus celah gorden, menyinari ranjang mewah tempat ia terbaring.
Diana mendudukkan tubuhnya yang masih terasa kaku. Ia menatap telapak tangannya sendiri yang tampak pucat. Selama setahun ini, ia mengira bahwa mengorbankan diri menjadi istri Baskara dan membuang hak waris Wijaya Capital adalah cara terbaik untuk menjaga Andra tetap bernapas di bawah kejamnya Jakarta. Namun, penyekapan di Menara Kasa kemarin menyadarkannya pada satu realitas yang pahit: kelemahan dan kepasrahan tidak akan pernah membeli kedamaian. Baskara tetap mencoba menghancurkannya, dan Andra harus kembali meneteskan darah di pelabuhan serta menjual raganya pada wanita penguasa demi menyelamatkannya.
"Aku tidak bisa terus-menerus menjadi bidak yang rapuh," bisik Diana pada kesunyian kamar. Sepasang matanya yang semula sayu kini berkilat, memancarkan kembali ketegasan batin seorang mantan putri mahkota dinasti Wijaya.
Pintu kamar perlahan terbuka, menampilkan sosok Andra yang melangkah masuk dengan rahang yang masih mengeras—sisa ketegangan pasca-konfrontasi dan penolakan kerasnya terhadap kegilaan Sekar di beranda belakang beberapa saat lalu.
Begitu melihat Diana sudah terjaga dan duduk di tepi ranjang, gurat kecemasan di wajah Andra sedikit melunak. Ia melangkah mendekat, lalu berlutut di hadapan Diana, menggenggam kedua tangan wanita itu dengan kehangatan maskulinnya yang protektif.
"Dian, kamu sudah bangun? Bagaimana perasaanmu? Di luar ada tim medis yang bersiaga jika kamu masih merasa pusing," ucap Andra, suaranya terdengar berat dan penuh perhatian.
Diana menatap wajah Andra, menyusuri guratan lebam dan luka pecah di sudut bibir pria itu. Jemari lentiknya bergerak mengusap pipi tegas Andra, merasakan kehangatan yang nyata. "Aku sud…
Antara Ketulusan Dan Godaan Bos
BAB 81 – AMBISI YANG BANGKIT
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 83 Episodes
Comments