Keheningan yang menyelimuti ruang rapat utama itu kini terasa seperti ruang hampa udara yang mencekik. Bahkan suara embusan napas pun terdengar terlalu keras. Di latar belakang, suara rontaan Valerin dan umpatan kasar Gunawan yang diseret paksa oleh para pengawal Baskara perlahan memudar di balik pintu kayu mahoni ganda yang tertutup rapat. Dua penguasa sombong itu telah dijatuhkan hanya dengan satu jentikan jari sang pewaris kerajaan bisnis.
Namun, tidak ada satu pun pasang mata di ruangan itu yang memedulikan nasib Gunawan maupun Valerin. Seluruh tatapan kini tertuju pada pemandangan yang sama sekali tidak masuk akal, sebuah anomali yang melawan hukum alam di Menara Kasa.
Diana, sang tiran berdarah dingin, wanita besi yang tidak pernah menundukkan kepalanya kepada siapa pun, kini bersimpuh di atas lantai karpet. Kedua lututnya menyentuh lantai. Kepalanya tertunduk dalam.
Andra yang masih dicengkeram kuat oleh dua pengawal berbadan raksasa di ambang pintu, merasakan jantungnya berhenti berdetak. Matanya memanas. Napasnya tercekat di tenggorokan.
"Diana... apa yang kamu lakukan? Berdiri!" teriak Andra dengan suara serak, meronta sekuat tenaga melawan cengkeraman para pengawal. "Jangan berlutut di hadapannya! Jangan!"
Namun Diana tidak bergerak. Ia mengabaikan teriakan Andra, mengabaikan tatapan ngeri dari para sisa anggota dewan komisaris, dan mengabaikan Nadia yang gemetar ketakutan di sudut ruangan. Fokus Diana hanya satu: pria yang sedang berdiri menjulang di hadapannya.
Baskara menatap sosok rapuh di bawah kakinya dengan pandangan yang sulit diartikan. Ada kilatan keterkejutan di balik mata setajam pisau bedah itu, namun sedetik kemudian, kilatan itu berganti menjadi seringai kepuasan yang sangat kelam dan mematikan.
"Sebuah pemandangan yang sangat langka," ucap Baskara lambat-lambat. Suara baritonnya menggema di dinding-dinding ruangan, menyiratkan arogansi absolut. Ia memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana panjangnya, sama sekali tidak berniat membant…
Antara Ketulusan Dan Godaan Bos
BAB 52: Murka dan Perpisahan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 83 Episodes
Comments