"Sekarang, sudah kuputuskan untuk pergi mengejar apa yang sudah menjadi mimpiku. Namun aku berharap kau akan menyambut ku dengan senyuman seperti biasa. REN kun aku mencintaimu, selamat tinggal."
Dengan mata yang sembab Hinana mulai masuk ke kabin pesawat, dalam hatinya masih berharap agar ada yang memanggil namanya. Ia masih berharap bisa mendengar suara yang ia rindukan memanggil namanya, mengatakan selamat jalan dan sampai jumpa lagi.
Namun semuanya hanyalah semu, hingga akhirnya pesawat yang ia tumpangi lepas landas.
...**********...
Tiga bulan telah berlalu, pernak pernik Natal sudah banyak menghiasi di sepanjang kota. Musim dingin telah tiba dan tentu saja takdir itu akan segera tiba.
REN sudah tidak lagi terlihat berkeliaran di koridor rumah sakit, kamar inapnya pun terdengar sunyi, namun ia masih di sana.
"Ohayougozaimasu, hari ini terasa sangat dingin kan." Aoyama yang selesai shift kerjanya langsung masuk ke kamar inap Ren.
"Pulanglah!." Ucap Ren dengan suara yang lemah, ia terbaring di ranjangnya dengan selang oksigen dan beberapa alat kesehatan digital menempel pada tubuhnya. Sejak kesehatan Ren memburuk, Aoyama tidak pernah pulang ke apartemennya, meskipun hari libur ia selalu tinggal di kamar Ren.
"Hari ini bagaimana kalau makan sup tulang iga, pasti sangat cocok di suasana yang dingin." Balas Aoyama tanpa memperdulikan ucapan Ren yang mengusirnya.
Sudah beberapa kali kata itu di ucapkan Ren dan entah mengapa sejak keadaanya memburuk Ren tak ingin bertemu dengan siapa-siapa termasuk Shota dan ayahnya.
"Kau mau mengajakku pergi ke restoran?" Tanya Ren.
"Mana mungkin..., eh ..maksudku udaranya sangat dingin aku pun kedinginan jika pergi. Aku berencana memesannya saja. Kau mau? Aku akan pesan dua kalau begitu." Jawab Aoyama agak sedikit kerepotan, ia tak ingin menyinggung perasaan Ren karena sejak saat itu Ren memang sudah tak bisa lagi keluar dari kamarnya.
Ren memalingkan wajahnya kembali dari Aoyama, tatapan matanya sangat sendu dan hanya memandangi sa…
Salju Di Bulan Desember
140
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 142 Episodes
Comments