Pagi sudah tiba dan sinar matahari berhasil menembus jendela kaca, sehingga membuat kamar Hinana menjadi terang.
TOK TOK TOK
"waktunya di periksa, apakah nona sudah bangun?" terdengar suara seseorang sepertinya itu perawat rumah sakit.
"iya." jawab Hinana dan tak butuh waktu lama seorang berpakaian dokter masuk kekamarnya.
"apa lagi yang terjadi padamu?"
"Eh Aoyama..." ucap Hinana terkejut karena yang memeriksanya adalah Aoyama.
"sudah stabil, sedikit memar, tak ada masalah di mata, selesai." celoteh Aoyama dengan tangannya memeriksa Hinana. "Hey ceritakan padaku bagaimana kau bisa tertimpa atap." tanya Aoyama dan sudah duduk di kursi mendekati Hinana.
"mana ku tahu jika atapnya akan runtuh." Hinana mendengus kesal.
"oh begitu, lalu kalian berdua dilarikan kerumah sakit bersamaan. Apa waktu itu kalian tertimpa bersama? atau kau sedang menyelamatkan seseorang?"
"HAH. Aku dengan siapa?" Hinana terkejut dengan cerita Aoyama.
"tentu saja kau dengan Ren, tapi sayangnya Ren masih belum sadar mungkin karena syok."
"Ren?" Hinana bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Apa yang terjadi pada Ren? Bukankah waktu tertimpa atap hanya dirinya saja. Apa karena Ren kecewa karena gaunnya ada yang meniru.
"baiklah, kau bisa istirahat dan cepatlah sembuh."
"Aoyama, Apa syok bisa membuat pingsan?"
"tentu saja. Itu bisa terjadi jika keadaan seseorang sangat lemah atau mempunyai penyakit. Daah Hinana aku harus kembali bekerja." jawab Aoyama sebelum meninggalkan kamar Hinana.
Hinana masih terbaring di ranjangnya dengan memikirkan ucapan Aoyama. Ia masih belum percaya jika dirinya dan Ren sama-sama di larikan di rumah sakit karena pingsan. Karena saat insiden itu hanya ia yang terkena reruntuhan atap. Apakah Ren shok karena festival itu. Ia tidak bisa berdiam diri ia ingin melihat Ren, sejujurnya ia khawatir.
"Hinana kenapa kau kemari? Kepalamu apa sudah baik-baik saja?" tanya Shota yang melihat Hinana berjalan di koridor.
"daijoubu (tidak apa-apa)." balas Hinana dan pandanganya melihat Ren m…
Salju Di Bulan Desember
50
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 142 Episodes
Comments