''Aoyama Sensei, kau menyukai teman masa kecilmu kan? Ucap Sakura dan memandang ke langit.
"Tidak."
"Jika iya tidak masalah. Aku harap setelah aku pergi, Sensei bisa bersama dengan orang yang Sensei sukai." Sakura memberikan senyuman lebar untuk Aoyama.
.
.
.
Hinana dan Ren telah sampai di kuil, mereka bertiga di sambut hangat oleh beberapa pendeta di sana. Dan Kishi langsung menuju sumur untuk minum air yang berasal dari mata air pegunungan.
"Wahhhh kuilnya tidak berubah sama sekali." Ucap Ren dengan kagum, sementara Hinana hanya melihat-lihat saja karena baru pertama kali menginjakkan kaki ke kuil ini.
"Ren, airnya sangat segar. Kau mau mencobanya minum?" Kishi memanggil Ren dan menyuruhnya minum air.
"Haik (iya). Hem...Benar sangat segar." Balas Ren setelah meneguk segelas air.
"Nona Hinana mau mencobanya?" Kishi juga menawarkan pada Hinana.
Hinana segera mendekat dan meminum seteguk air, memang benar-benar segar dan dingin batin Hinana.
"Kami juga sedang membakar ubi, ayo duduk di bawah dan makan bersama-sama." Ucap seorang pendeta dan menawarkan ubi bakar yang biasa di hidangkan untuk para tamu.
"Wahhh terimakasih banyak." Ucap Ren dengan senang dan berjalan mengikuti pendeta tersebut. Pandangan mata Ren langsung menuju ke dinding harapan, ia perlahan mendekati.
"Ada ada sesuatu anak muda? Kau bisa menggantungkan harapanmu setelah berdoa nanti." Seorang pendeta tadi mengahampiri Ren.
"Tidak ada apa-apa, hanya saja aku masih melihat harapan ibuku masih tergantung di dinding itu." Jawab Ren dengan ramah, kemudian pergi.
"" Aku harap putraku Ren sembuh dari penyakitnya dan bisa hidup lama"""
Harapan yang di gantung oleh ibunya Ren beberapa tahun yang lalu.
Setelah makan ubi bakar Ren dan Hinana kemudian pergi untuk berdoa. Ren hanya melihat Hinana yang menutup mata dan serius untuk berdoa.
"Kenapa kau melihatku begitu?" Tanya Hinana saat membuaka matanya dan melihat Ren yang tersenyum ke arahnya.
"Tidak apa-apa. Hinana, apa doa yang kau ucapkan?" Tanya Ren dengan…
Salju Di Bulan Desember
130
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 142 Episodes
Comments