Lima belas menit kemudian Hinana dan Arimura sudah berada di kantor. Sawako dan Emi merasa senang karena mendapatkan bantuan lagi.
"Ohayou." Sapa Tsubaki yang baru datang dengan Ren. Ia terkejut karena melihat sosok wanita cantik yang duduk dengan Emi dan membuat payet 2-D bunga sakura.
"Alice, aku tak menyangka jika kau juga membantu." Tsubaki langsung menyapa dan menghampirinya.
"Koniichiwa (halo)." Ucap Arimura pada Tsubaki, Ren membalas ucapan Arimura dengan anggukan.
"Aku kira kau sudah kembali ke Paris." Tanya Ren kemudian memulai aktivitasnya.
"Aku belum selesai dengan urusanku disini." Jawab Arimura.
"Emm Wakatta (baiklah). Tapi terimakasih sudah membantuku."
"Doitamemashita.(sama-sama)"
"Ohayou." Sapa Aoyama yang baru saja datang kemudian Tsubaki langsung memberinya sebuah pekerjaan.
"Hey dimana Arumi? Tidak biasanya dia datang siang." tanya Tsubaki.
"Oh dia masih di rumah bersama ibuku."Jawab Ren dengan tenang. Tapi tidak setenang Hinana dan Emi yang mendengarnya.
"Apa Arumi chan menginap dirumahmu semalam?" tanya Tsubaki lagi.
"Tentu saja, kami makan malam hingga larut jadi aku menyuruhnya untuk menginap. Ada apa?"
"Tidak ada apa-apa."
"BUUUKKKK!!!!"
"Auch ittai (sakit)." Teriak Hinana dan Aoyama bersamaan.
Saat Hinana mendengar jawaban Ren sebenarnya rasa sakit di hatinya mulai muncul. Ia ingin mengalihkan rasa sakit itu tapi saat Hinana ingin pergi tak sengaja kepalanya bertatapan dengan kepala milik Aoyama. Tentu saja keduanya saling meringis kesakitan.
"Baka ne (Bodoh) Aoyama, kenapa kau menghalangi jalan." umpat Hinana dengan memegangi kepalanya.
"HAH, matamu harusnya tahu kalo aku dari tadi di sini." Aoyama juga kesal karena sama sakitnya.
"Ittai yo (sakit nih)." Hinana masih saja meringis kesakitan.
Perlahan wajah Hinana memerah karena tiba-tiba tangan Ren mengusap lembut kepala Hinana yang terbentur. Tangan Ren yang dingin dan halus berhasil membuat rasa sakitnya berkurang.
"Apa masih sakit?" tanya Ren tersenyum dan tangannya masih mengusap kepal…
Salju Di Bulan Desember
67
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 142 Episodes
Comments