Aoyama masih berusaha melawan Seto yang terus menghalanginya. Entah kenapa sebenarnya Seto juga tidak tega mencegah Aoyama. Hanya saja jika keduanya bertemu salah satunya akan terluka,entah itu Aoyama atau Ren.
"Aku bukan penjahat, aku ingin tahu kenapa Ren pergi meninggalkan aku dan yang lainnya." Ucap Aoyama sambil melawan Dokter seniornya.
"Tetap saja tak boleh. Biarkan dia pergi." Jawab Seto dan memeluk Aoyama dengan erat.
"Tolonglah Sensei... "
"Tidak boleh... "
"Selama ini aku ingin punya teman tapi saat Ren mau menjadi temanku, kenapa dia pergi meninggalkanku." Ucap Aoyama lalu terjatuh karena tidak bisa melawan Seniornya.
Tangan Seto perlahan merenggang, baru kali ini ia mendengar ucapan Aoyama yang sangat menyetuh hatinya. Beberapa hari ini memang Aoyama sering bertanya padanya mengenai penyakit jangung dan solusi. Tapi Seto tidak sadar jika itu Aoyama lakukan untuk Ren. Aoyama masih belum bangun dari tempat jatuhnya, ia terlihat masih sibuk menyeka sisa air matanya. Seto mengulurkan tangannya untuk mengajak Aoyama menemui Ren bersama, ia ingin Aoyama dan Ren bisa berbaikan.
"Maaf, selamat tinggal." Ucap Ren dan kembali berjalan.
Seto telah terlambat membawa Aoyama untuk berpamitan dengan Ren. Ia melihat Ren yang sudah masuk ke pintu gate dan teman-teman lainnya menangis.
"SELAMAT TINGGAL DAN PERGILAH... Aku akan mengutukmu agar sisa waktumu tidak bahagia dan matimu tidak akan tenang."
Suara Hinana terdengar lantang dan memenuhi seisi bandara. Tentu saja membuat Ren dan ayahnya berhenti meskipun sudah masuk dalam gate. Kedua orang tua Hinana juga terlihat berlari mendekati Hinana.
Hinana membuka pintu gate dengan kartu aksesnya, tentu saja keberanian besar ia miliki karena bantuan dari adiknya.
"Baka." Ucap Hinana tepat di hadapan Ren, matanya sudah terlihat sembab karena menangis di sepanjang perjalanan.
"Anoo, kami minta maaf yang sebesar-besarnya atas apa yang dikatakan putriku. Sebenarnya ia tak bermaksud untuk mengatakan yang demikian, hanya saja…
Salju Di Bulan Desember
123
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 142 Episodes
Comments