SREEEET...... CIIIIITTTT...
Hinana panik dan mengerem mobilnya mendadak, hampir saja ia akan menabrak orang mabuk.
"kau tidak apa-apa." tanya Hinana dan turun dari mobil menghampiri seorang wanita.
"siapa kau apa aku mengenalmu.?" ucap wanita itu dengan mabuk.
"maaf aku hampir saja menabrakmu, sekali lagi maaf." Hinana mengucap kata maaf berkali-kali dan membantunya menyebrang.
"ada apa denganku." Hinana mengacak-acak rambutnya saat masuk mobil.
Dari tadi Hinana tidak fokus menyetir karena memikirkan ucapan Emi, tanpa sadar bahwa lampu merah menyala.
Saat tiba di apartemennya Hinana segera masuk ke kamarnya.
"AAARGH.... mengapa aku tidak bisa juga tidur." Teriak Hinana dan bangun dari tidurnya.
"mungkin aku mandi dulu, setelah itu pasti akan mengantuk." gumamnya dan beranjak ke kamar mandi.
Waktu sudah menunjukkan pukul 4 pagi, dan Hinana masih saja tidak bisa tidur. Ia menuju ke dapur dan mengambil sebotol shake yang di belikan Emi.
""Aku menyukai Ren dari dulu saat SMA tahun pertama, hingga sekarang.""
Pernyataan Emi masih terpikiran oleh Hinana, itulah alasan Hinana tak bisa tidur.
"Hinana, kau minum shake sepagi ini." Keiko bangun dan mengambil air minum di dapur.
"aku tidak bisa tidur."
"apa kau stres karena pekerjaanmu."
"ku pikir begitu, kenapa kau sepagi ini bangun?"
"perutku lapar dan aku lupa tidak makan malam karena lelah belajar."
"bagaimana ujianmu?"
"akan diumumkan satu minggu lagi, aku harap aku benar-benar diterima di universitas itu."
"pasti mendebarkan saat pengumuman."
"tentu, apa kau dulu juga merasa begitu Hinana?"
"tidak, aku tidak kuliah."
"maaf aku lupa, tapi kau keren Hinana. Setelah lulus SMA kau langsung debut pertama. Hinana kemarin aku bertemu dengan kak Ren di rumah sakit."
"hem dia memang sakit tapi sudah sembuh. Aku ke kamar sepertinya aku bisa tidur sekarang." Hinana pergi meninggalkan Keiko sendiri.
Saat matahari mulai terbit Hinana melihat ke arah sinarnya, rasa sakit di kepalanya sudah datang hingga akhirnya ia tertidur.
"astaga j…
Salju Di Bulan Desember
24
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 142 Episodes
Comments
Suherni 123
shota kok gitu ninggalin ren begitu saja
2023-09-22
0
Ayano
Jan satu
Dua sini dua. Aku juga butuh
2023-07-20
0
Ayano
Kukira emang ada kecelakaan
2023-07-20
0