Ren tiba dirumah dengan tepat waktu. Sejak ia memutuskan untuk bekerja naik bus, ia selalu sampai di rumah dengan tepat waktu. Jadi Ibu dan ayahnya tidak mengkhawatirkan lagi.
"Tadaima (aku pulang)." sapa Ren yang baru sampai.
"Okaeri (selamat datang). Oh ya Ren, hari ini Ibu mu akan datang." balas bibi Ren yang baru selesai merapikan rak buku.
"Momy pulang? Kenapa dia tidak memberi tahuku dahulu."
"Bukankah sama denganmu. Kau juga tidak pernah memberi tahu Obasan (bibi) jika mau berkunjung." balas Bibinya dan melempar senyum.
"Benar juga, bibi aku ingin makan panekuk tapi yang tidak manis. Bisakah kau membuatnya?" ucap Ren.
"Tentu saja, baiklah Bibi akan buatkan sekarang. Kau pergilah istirahat." Jawab Bibinya lalu pergi menuju ke dapur.
Satu minggu yang lalu Ren memang menghubungi bibi dan ibunya untuk bisa tinggal di Hokkaido. Ia ingin melewati beberapa hari kedepan denga keluarga dekatnya. Awalnya ibunya mengatakan kalau sangat sibuk, tapi ia terkejut saat tahu jika ibunya akan datang hari ini. Tentu saja ayahnya akan bahagia dengan kedatangan ibunya.
"Bagaimana rasanya?" Tanya Bibi Ren saat melihat keponakannya memakan pancake buatannya.
"Emm sebenarnya rasanya hambar, tapi aku menyukainya. Domo arigatou (terimakasih banyak)." jawab Ren saat memasukkan panekuk ke mulutnya.
"Maaf Ren karena kau tak boleh makan manis, jadi bibi bingung bagaimana harus membuatnya."
"Tidak masalah. Begini juga sudah enak." Balas Ren dan tersenyum sambil menikmatinya agar tak membuat obasan kecewa.
"Ren apa kau sudah bahagia?"
"Hem." jawab Ren sambil mengangguk. Terlihat pupil milik wanita paruh baya sudah berair. "Obasan, bisakah selama di sini kau tidak menderita? Karena aku akan membenci diriku sendiri." ucap Ren dengan memegang tangan bibinya sehingga tak kuasa air matanya pecah.
"Gomenne, izinkan aku menangis untuk hari ini saja." ucap Kanon bibinya.
Ren yang merasa bersalah langsung berdiri dan memeluk bibinya.
PLAKK!!!
"MEMALUKAN !!"
Saat sedang makan tiba-tiba Ren mendengar…
Salju Di Bulan Desember
77 Hidup tanpa penyesalan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 142 Episodes
Comments