Sinar matahari menembus jendela kamar, disusul dengan bunyi ponsel miliknya karena panggilan seseorang. Tetesan air mata membuat bekas dilukisan miliknya, entah berapa lama Hinana menangis dan akhirnya meringkuk dilantai dan tertidur.
"Ne moshi-moshi (halo)." Hinana mengangkat teleponnya masih dengan mata tertutup.
"Apa kau sedang sibuk? Jika tidak bisa kita bicara sekarang?" Ucap seseorang di dalam telepon.
"Baiklah, dimana kita bertemu?"
"Tentu saja di rumah sakit, datanglah di ruanganku sebentar." Jawab seseorang di telepon.
Hinana membuka matanya dan menatap kearah layar ponsel. Betapa terkejutnya saat melihat jika yang meneleponnya adalah Seto.
"Aku akan datang sekarang." Ucap Hinana dan bergegas mengambil outer panjangnya.
Hinana terkejut saat membuka pintu apartemennya, sepertinya Aoyama memberikan makanan dan di gantungkan pada gagang pintunya.
"Aoyama kun..." Gumamnya lirih, ia segera mengambil bingkisan tersebut dan memasukkannya kedalam lemari pendingin.
Tiga puluh menit Hinana sudah berada di ruangan dokter Seto. Ia juga di suguhkan dengan secangkir coklat hangat dan inari sushi yang baru di beli oleh dokter Seto.
"Makanlah dulu, aku yakin perutmu masih kosong dari semalam." Ucap Seto.
"Anooo bagaimana keadaan Ren." Hinana masih terus bertanya, meskipun berulang kali Seto tidak menjawabnya.
"Makanlah dulu."
"Haik itadakimasu (baik, selamat makan)." Balas Hinana akhirnya menurut, ia mengambil satu buah inari sushi dan langsung memakannya. Karena perutnya kosong dari semalam jadi Hinana pun tak segan mengambilnya lagi dan juga mengahabiskannya.
"Bagaimana liburannya kemarin? Apa kalian bersenang-senang?" Pertanyaan dari Seto seakan membuat Hinana merasa bersalah. Mungkin inilah sebabnya Seto memanggil Hinana ke rumah sakit.
"Aku benar-benar minta maaf, aku sangat menyesal." Hinana langsung menundukkan badan atas penyesalan yang ia lakukan.
"Apa kemarin Ren bersenang-senang?" Seto enggan menanggapi permintaan maaf Hinana, ia juga masih memunggungi Hinana.
"…
Salju Di Bulan Desember
133
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 142 Episodes
Comments