Ren merasa bersalah pada dirinya sendiri setelah mendengar perkataan Aoyama. Sebelumnya ia sempat kecewa pada Hinana karena tak memberitahu keberadaan kakaknya.
Sensei." panggil Ren setelah lama terdiam.
"Iya, ada apa?"
"Aku ingin melihat bunga sakura." ucap Ren pada akhirnya.
"Baiklah, karena aku sedang senggang maka akan ku bawa kau keluar sebentar." Seto lalu mengambil kursi roda dan membantu Ren. Ia membawa Ren keluar dari kamarnya, dan membiarkan Ren duduk di bawah pohon sakura yang ada di halaman rumah sakit.
Seto sensei juga baru pertama kali melihat ekspresi Ren yang tampak putus asa. Sebelumnya Ren selalu terlihat ceria dan sangat mengganggu. Tapi ia senang, setidaknya Ren tidak memperlihatkan apa yang sedang menjadi kesulitannya. Yang Seto lihat selama ini hanyalah Ren yang selalu pura-pura bahagia.
"Moshi-moshi (halo). Iya baiklah aku akan kesana." Seto menjawab telepon dari seseorang dan sepertinya ia harus segera kembali ke tempatnya.
"Ren, kita harus kembali." Dengan segera Seto mendorong kursi roda Ren dan kembali ke kamarnya.
"Sensei, tolong kembalikan ponsel ini ke Aoyama sensei." ucap Ren sebelum pergi dan menyerahkan ponsel.
"Ren, jujur baru kali ini aku melihat Aoyama memperdulikan orang lain. Aoyama sangat pendiam, bahkan hanya bicara secara formal. Berikan sendiri padanya, mungkin jika kau bertemu dengannya kalian akan saling memahami. Jaa ne." dengan senyum yang tulus Seto menutup pintu kamar Ren.
Ren hanya memandangi kepergian dokter Seto kemudian meletakkan ponsel milik Aoyama di atas nakas.
Saat jam makan siang Ren mendatangi ruangan Aoyama untuk mengembalikan ponselnya.
"Boleh aku masuk." ucap Ren dan mengetuk pintu.
"Masuklah." jawab Aoyama dari dalam yang sedang makan siang dengan bekal makanannya.
"Ehhh kau sedang makan ternyata. Aku kemari mengembalikan ponselmu." Ren langsung duduk di kursi dan memberikan ponsel milik Aoyama. "Kau bisa memasak?" tanya Ren.
"I-itu... Buatan pacarku." jawab Aoyama dengan gugup dan segera menghabiskan ma…
Salju Di Bulan Desember
85 Ren dan Aoyama sebenarnya sama
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 142 Episodes
Comments