Hinana dan Arumi pergi ke toko tekstil, sebenarnya Hinana kurang menyukai pergi ke sana tapi ia tidak enak jika menolak Arumi.
"Arumi apa kau masih lama?" tanya Hinana karena bosan.
"sebentar lagi."
"aku tunggu di depan saja ya, hubungi aku kalau sudah selesai."
"hem." jawab Arumi singkat karena masih sibuk untuk memilih kain.
Hinana yang merasa bosan akhirnya menunggu Arumi di depan toko.
"Aoyama-kun." Hinana melihat Aoyama yang berjalan dengan membawa bunga.
"oh Hinana, kau sedang apa?" Aoyama yang mendengar panggilan Hinana langsung bergegas menghampirinya.
"aku menunggu temanku, dia di dalam." jawab Hinana dengan menunjuk toko tekstil. "kau membawa bunga apa akan berkencan?"
"hem tentu saja."
"baiklah pergilah, kekasihmu sudah menunggu." usir Hinana dengan sedikit tertawa.
"tidak apa, lagian aku kesana dua jam lagi."
"begitukah, terserah kau saja. Tapi aku ingin tahu wanita mana yang bisa membuatmu luluh." Hinana mentertawai temannya karena dulu Aoyama orang yang sangat pemalu.
"baiklah baiklah kau senang mengejekku sekarang. Yang pasti dia lebih cantik dari pada kau. Oh ya Hinana, bagaimana denganmu?"
"heh aku? Apa maksudmu?"
"sampai kapan kau hiatus (istirahat) dari modeling?" pertanyaan Aoyama seakan membuat tertekan. Hinana tak menjawab dan memilih diam.
"kenapa kau diam saja? Sudah kuduga, mana mungkin kau bisa melepaskan posisimu begitu saja." tanya Aoyama dan memberikan sebotol air untuk Hinana.
"aku tidak akan kembali. Aku sudah merasa nyaman dengan pekerjaanku sekarang." Hinana mencoba mengelak ucapan Aoyama.
"Hinana sampai kapan kau akan melarikan diri? Kau bisa membohongiku, tapi kau tidak mungkin bisa membohongi dirimu sendiri."
Dari sudut pandang Aoyama, mana mungkin jika Hinana bisa melepaskan pekerjaannya sebagai model dengan mudahnya.
Dulu saat SMP Hinana rela setiap pulang sekolah berolah raga agar tubuhnya kecil, tak hanya itu Hinana mulai merawat wajahnya hingga menjadi cantik. Dan Aoyama tahu semua prosesnya.
"kau menyebalkan Aoyama, aku mala…
Salju Di Bulan Desember
33
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 142 Episodes
Comments