Tsubaki menghampiri Aoyama dan merangkul pundaknya.
"Baiklah karena semua sudah berada disini, ayo kita pergi." Seperti biasa dengan senyum sumringah Tsubaki mengajak semua temannya.
Tanpa di duga Aoyama menyingkirkan tangan Tsubaki dengan kasar, dan barang belanjanya terjatuh di jalan.
"Sensei ada apa? " Tanya Arimura yang memberi perhatian pada Aoyama.
"Kenapa harus mengatakan seperti itu." ucap Aoyama dengan pelan tapi terdengar orang temam-temannya.
"Kau pikir akan lucu jika bercanda seperti itu."
Kali ini suara Aoyama terdengar agak keras dan matanya sudah agak sedikit sembab.
Ternyata saat Tsubaki menelpon menggunakan ponsel Ren, ia mengatakan bahwa sedang terjadi sesuatu pada Ren. Hal itu Tsubaki katakan agar Aoyama cepat menghampirinya.
"Maaf, aku hanya... "
"Hal seperti itu tidak perlu di buat bercanda. Sama sekali tidak lucu." Aoyama memotong perkataan Tsubaki dengan berteriak. Saat ini Aoyama sudah tak bisa menahan air matanya yang perlahan keluar.
Hinana merasa tercengang disituasi yang seperti ini. Baru kali ini ia melihat Aoyama yang mengeluarkan emosinya. Ia juga tidak tahu jika Tsubaki yang menghubunginya dan apa yang Tsubaki katakan, sehingga membuat Aoyama seperti ini.
Yang Hinana ingat adalah semenjak Aoyama menemui ibunya, dia mulai berubah. Mungkin ada kaitannya dengan kabar jika ayah Aoyama ada di Tokyo.
"Aku minta maaf sensei. " Dengan perasaan menyesal Tsubaki meminta maaf karena tak ingin masalahnya berlarut.
"Sensei, aku baik-baik saja kok." Ren menghampiri Aoyama untuk membuatnya tenang. Karena bagaimanpun juga yang dikatakan Aoyama benar, bahwa kondisinya tak harus dibuat bercanda.
Tapi sepertinya Aoyama masih marah, dan tak mudah untuk membujuknya. Tanpa mengucap apapun ia memutuskan pergi dan menjauh dari teman-temannya.
"Hey, kau mau kemana? "
Pertanyaan Hinana pun juga tidak ia gubris. Aoyama seakan pergi menjauh dari teman-temannya.
"Aoyama... " Hinana pergi mengejar Aoyama yang tak terlalu jauh meninggalkannya.
"Tunggu s…
Salju Di Bulan Desember
105 Antara Hinana dan Aoyama
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 142 Episodes
Comments