Setelah selesai berbicara dengan pemilik rumah, akhirnya Aoyama mengajak Ren untuk masuk ke kamar Ryusei. Mereka akan tidur bertiga malam ini.
"Kenapa kau mengatakan pada ibu Hinana jika aku berpacaran? " tanya Ren sedikit kesal.
"Apa salahnya, kalian berdua memang pacaran kan." Jawab Aoyama dengan santai kemudian mengambil PS milik Ryusei.
"Memang benar sih, tapi aku belum siap jika secepat ini." Gumam Ren pada dirinya sendiri dan Aoyama hanya membiarkannya.
"Sensei aku ingin memakan kepalamu." Ucap Ren tiba-tiba, entah mengapa kali ini ekspresi Ren sangat lucu menurut Aoyama.
Tanpa mengatakan apapun Aoyama memberikan stik game dan mengajaknya bermain game.
Tak lama kemudian Ryusei datang, ia sangat senang karena kamarnya ramai. Ryusei akhirnya memutuskan untuk ikut bergabung bermain game hingga tertidur.
"Hinana." Panggil ibunya saat melihat Hinana berada di dapur. Hinana segera menghampiri ibunya dan sudah melihat ayahnya pulang dari tempat kerjanya.
"Ayah sudah pulang?" tanya Hinana menyapa ayahnya.
"Tentu saja, bagaimana dengan audisinya?"
"Berjalan baik." Jawab Hinana dengan singkat.
"Hinana kapan Aoyama akan kembali ke Sapporow? Ibu akan ikut dan tinggal disana sementara." Tanya ibunya yang masih saja mengkhawatirkan Aoyama.
"Entahlah aku juga belum tahu. Ibu, Aoyama sudah dewasa tak perlu berlebihan padanya." Jawab Hinana yang tahu kekhawatiran ibunya.
"Tidak bisa, kau tahu Hinana. Saat itu Aoyama mengatakan ingin bertemu dengan ibunya. Ibu tak bisa membiarkan itu terjadi, bagaimanapun juga ibu akan menjaganya. Ibu merasa bersalah jika sampai Aoyama bunuh diri." Larisa mulai menangis karena mengingat kematian ibunya Aoyama.
"Okaasan (ibu) .."
"Istriku, semua itu bukan salahmu. Berhentilah menyalahkan dirimu sendiri, kematian Maira bukan salahmu. Maira sendiri yang memutuskannya." Aoi memeluk istrinya untuk membuatnya tenang. Memang saat itu jika Aoi tak berhasil menemukan Aoyama yang tenggelam , pasti sahabatnya sudah mati bersama putranya.
"Ooka…
Salju Di Bulan Desember
119
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 142 Episodes
Comments