"maaf aku datang terlambat." ucap Arumi namun di belakangnya ada Shota.
"eh." Tsubaki terkejut karena melihat kedatangan Shota.
"em maafkan aku, sekarang kau bisa memukul wajahku sebanyak yang kau mau." ucap Shota yang meminta maaf pada Tsubaki.
"aku maafkan," jawab Tsubaki dan memeluk Shota.
"aku sungguh tidak tahu cara berteman seorang laki-laki." guman Emi yang melihat Tsubaki dan Shota saling tertawa.
"begitulah laki-laki, kadang saling pukul kadang juga berpelukan. Benarkan Hinana?" kata Arumi dan meminta pendapat pada Hinana.
"aku tidak peduli dengan mereka." jawaban Hinana membuat Ren dan Emi tertawa.
"Hinana kau jahat sekali." teriak Arumi dengan kesal, sementara teman-teman lainnya masih fokus pada projectnya.
"baiklah sekarang kumpulkan design kalian, kita akan pilih gambar mana yang cocok." ucap Ren dan semua berkumpul di meja hijau dengan membawa hasil karyanya.
"Hinana mana milikmu?" tanya Tsubaki.
"ah aku rasa tak perlu melihat punyaku, design kalian semua bagus-bagus."
"berikan padaku." Ren meminta gambaran Hinana yang dari tadi di peluknya.
"ah tidak tidak perlu, cukup empat design ini saja yang dipilih."
"berikan, disini semua kerja sama team." Ren tetap memaksa agar Hinana memberikan hasil gambarnya. Akhirnya dengan pasrah Hinana menunjukkan selembar kertas miliknya.
Semua orang yang ada diruangan itu tertawa melihat gambar punya Hinana, karena sangat jauh dari kata design.
"sudah kubilang tidak perlu." ujar Hinana dengan wajah lemahnya.
"eh kau ini menggambar kecoak terbang." Shota pun ikut mentertawainya.
"ini gambar baju, diamlah kau bukan bagian dari team."
"sudahlah kalian semua hentikan. Karena bagaimanapun juga Hinana sudah berusaha." Ren segera menengahi pertengkaran Hinana dan Shota, meskipun ia juga berkali-kali menahan tawa.
"kalian puas meledekku? Sudahlah aku pulang saja." kesal Hinana dan meninggalkan ruangan.
"tunggu sebentar Hinana." Ren segera menarik tangan Hinana namun lagi-lagi Hinana terjatuh dan memeluk Ren.
"oh tangkapan yang…
Salju Di Bulan Desember
34
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 142 Episodes
Comments