Hinana hanya terdiam saat mendengar apa yang di ceritakan Emi.
"kalau begitu kenapa tak buat design yang baru saja." ucap Hinana dengan entengnya.
"HAH!!! Apa kau pikir membuat design itu mudah?" mendengar ucapan Hinana, Emi pun juga terkejut dan menaikkan intonasi.
"waktu itu kan ada beberapa design dari kalian, kenapa tak memilih salah satu lagi dan membuatnya?"
"Ne Hinana, sebenarnya hal itu pernah terlintas di pikiranku. Sekarang mana mungkin bisa, bahkan Ren sendiri tak mengatakan apapun setelah itu." Jelas Emi
"kau benar juga, meskipun aku tak begitu paham. Tapi aku melihat kerja keras kalian." Hinana menyesali ucapannya sendiri. Meskipun biasanya mulutnya asal bicara tapi kali ini melihat ekspresi Emi yang tampak kecewa membuatnya merasa bersalah.
"Baiklah Hinana cepatlah sembuh, dan kita akan kembali kerja di kantor lagi. Aku merindukanmu."
"hem, arigatou sudah menjengukku." Hinana melambaikan tangan pada Emi yang berlalu pergi.
Setelah kepergian teman kerjanya, Hinana beranjak dari tempat tidurnya. Berada di rumah sakit membuat Hinana merasa bosan.
"Arumi, kenapa kau kemari?" tanya Hinana yang baru membuka pintu kamarnya. Tepat saat itu Arumi akan mengetuk pintu kamar Hinana.
"aku menjengukmu, tapi kelihatannya kau sudah lebih baik. Kau mau kemana?"
"entahlah, berada di kamar sungguh muak sekali."
"bagaimana jika aku mengajakmu jalan keluar, aku membawakan makanan."
"tawaranmu boleh juga, ayo pergi."
"Matte (tunggu) kuambilkan kursi roda untukmu."
"ayolah yang cidera hanya kepalaku, kaki ku masih bisa berjalan." tanpa berlama-lama Hinana segera keluar dan Arumi dengan tersenyum mengikuti langkah Hinana. Sebenarnya tidak peduli Hinana keras kepala, Arumi tetap berbaik hati padanya. Karena Arumi menganggap tidak ada orang yang benar-benar jahat di dunia ini.
Hinana memakan bekal makanan yang di bawakan Arumi. Makanan rumah sakit selama dua hari sudah terasa bosan di lidah Hinana. Karena taman rumah sakit penuh, Hinana mengajaknya di Rooftop tempat perawat bi…
Salju Di Bulan Desember
51
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 142 Episodes
Comments