Mereka semua membantu Tsubaki membersihkan sisa-sisa bahan dari pekerjaannya.
"Ren apakah kita akan lanjut menjahit." tanya Emi.
"tidak, kita lanjutkan besok saja."
"baiklah." Emi melanjutkan membereskan dan bersiap pulang. Dalam situasi ini Ren masih tetap diam dengan Tsubaki tidak seperti biasa. Hinana pun menyadari hal itu, sejak kejadian siang tadi mereka tak saling bicara.
"terima kasih atas kerja kerasnya, aku pulang dulu Tsubaki." ucap Hinana berpamitan.
"sampai jumpa besok lagi." Arumi juga berpamitan kemudian pergi.
"aku pulang." ucap Ren dengan dinginnya dan Tsubaki hanya mengangguk.
Hinana tak tahu apa yang sebenarnya di sembunyikan oleh Ren dan Tsubaki. Dia semakin penasaran lalu memutuskan untuk memperlambat langkahnya.
"Hinana, kita pulang bersama." ajak Ren.
"aku akan naik bus."
"ayolah, ini kan mobilmu." Ren segera keluar dan membuka pintu mobil untuk Hinana.
"Ren apa kau ada masalah?"
"tidak, memangnya kenapa?"
"tidak apa-apa, hanya saja kau selalu membantuku. Jadi jika kau perlu bantuan kau bisa katakan padaku."
"hem pasti akan ku lakukan." ucap Ren dan melajukan mobilnya untuk mengantar Hinana pulang.
Seperti biasa Ren membawa mobil Hinana pulang kerumahnya, agar besok pagi bisa menjemput Hinana.
Hinana masih memikirkan keadaan Ren, ia semakin penasaran pada Ren. Orang seperti apa Ren? Ia tak bisa menyangkal kalau sebenarnya dirinya mulai menyukai Ren. Lamunan Hinana di kejutkan oleh ponselnya yang berbunyi.
"ya halo."
"Hinana ini aku Sawako, kau ada waktu?"
"kenapa?"
"aku ingin bertemu denganmu, ada yang ingin ku katakan padamu." ucap Sawako dan Hinana merasa akan akan pedang lagi yang menyakiti lukanya.
"baiklah, kali ini datang ke resto yang ku kirim alamatnya. Karena mobilku sedang di pinjam."
"hem baiklah, see you Hinana." ujar Sawako dan menutup panggilannya. Hinana mulai menyiapkan dirinya, karena sebentar lagi ia harus merasakan sakit lagi.
Ia mengirimkan alamat pada Sawako dan menunggunya.
"Sawako." panggil Hinana saat melihatnya di depan…
Salju Di Bulan Desember
37
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 142 Episodes
Comments