Hinana merapatkan coat merahnya, ia menyusuri sepanjang jalan yang masih berceceran salju.
Ingatannya kembali kepada Ren, dirinya benar-benar sangat merindukan sosok laki-laki itu.
"Kau tidak membeli sesuatu?" Tanya Kaori yang baru saja keluar dari toko kue.
"Aku hanya ingin jalan-jalan saja." Jawab Hinana memaksakan seulas senyum di bibirnya. Ia masih tidak bisa membohongi perasaannya.
"Hina chan, apa kau masih belum mendapat kabar dari Ren?" Kaori memastikan rasa penasarannya, dan Hinana hanya menggelengkan kepala untuk memberikan jawaban.
"Bagaimana dengan Aoyama? Bukankah dia selalu memberi kabar terbaru tentang Ren?" Tanya Kaori sekali lagi.
"Hum, Aoyama selalu memberiku kabar. Tapi akhir-akhir ini aku mulai tidak percaya padanya." Balas Hinana.
"Maksudmu Aoyama membohongimu?" Tegas Kaori sementara Hinana hanya diam, ia memilih memakan roti isi yang dibelikan Kaori.
"Hina chan, kau mungkin lebih tahu bagaimana tentang Ren. Kau pasti tahu Ren tidak baik-baik saja. Tapi apa yang akan kau lakukan? Apa yang kau harapkan lagi, bukankah kalian saling menjaga satu sama lain? Kau tahu, setelah ini kau akan berangkat ke Paris, kota yang sangat kau nantikan bukan? Jika terjadi sesuatu apa kau akan kembali seperti dulu lagi?" Ucap Kaori tiba-tiba, karena ia tidak ingin membiarkan Hinana kembali seperti dulu lagi.
Hinana hanya menggigit roti isi dengan perasaan hancur, ia belum memikirkan bagaimana nasibnya jika Ren benar-benar tiada. Kaori pun juga tidak membutuhkan jawaban dari Hinana, ia hanya menyampaikan apa yang ada di kepalanya, Kaori tidak ingin melihat Hinana hancur untuk yang kedua kalinya.
"Aku merindukan tangannya yang lembut, yang mengusap kepalaku dan mengatakan Hinana adalah orang yang kuat ya. Seperti ini." Ucap Hinata dan memperagakan tangannya yang mengusap kepalanya sendiri.
"Memelukku tiba-tiba, dan merengek ingin ini dan itu. Meskipun aku belum tahu bagaimana diriku nanti, tapi aku ingin merasakannya sekali lagi, usapan itu, pelukan itu, dan ekspresi m…
Salju Di Bulan Desember
141
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 142 Episodes
Comments