'[ Ren mengatakan, jika ada keajaiban di salju pertama.
Aku akan menantikannya, saat itu aku akan berdoa agar Ren hidup, hingga hari ulang tahunnya.] Hinana Arizawa.
...****************...
Hinana berpamitan pulang karena sudah jam delapan malam. Sudah waktunya Ren untuk istirahat, karena besok Ren ingin pergi jalan-jalan.
"Hinana, bisa minta tolong ambilkan pena yang terjatuh di lorong bawah nakas? Maaf merepotkanmu karena aku baru ingat." Ren meminta bantuan pada Hinana sebelum pulang, karena pena itu milik Aoyama. Dia meminjamnya secara diam-diam.
"Tidak masalah." Jawab Hinana dan tangannya mulai merogoh lorong bawah nakas untuk mencari pena yang di maksud Ren.
"Ini sudah kuambil." Hinana menyerahkan pena itu pada Ren, namun rasanya tidak asing baginya.
"Terimakasih Hinana. Aku harus mengembalikannya besok." Ren menerimanya dan memasukkan pada tempat pensil.
"Milik Aoyama bukan?" Tanya Hinana saat melihat kotak pensil yang dibawa Ren. Disana juga terlihat banyak pena dan warna yang berbeda.
"Benar, aku meminjamnya tanpa permisi. Aoyama bilang semuanya adalah barang berharganya." Jawab Ren dengan mengangguk.
"Aoyama terlalu berlebihan, hanya pena hadiah ulang tahun saja dianggap berharga." Gumam Hinana.
"Eh... Hadiah ulang tahun?" Ren sedikit terkejut dan menaikkan sebelah alisnya, karena Hinana juga tahu kenapa sebuah koleksi bolpoin merupakan barang yang berharga.
"Lihatlah bahkan dia masih menyimpannya." Hinana mengambil satu pena dengan bentuk kelinci dan mencobanya pada kertas, namun tintanya sudah habis.
"Tinta sudah habis kenapa masih saja disimpan." Gerutu Hinana dan mengembalikan pada Ren.
"Namanya juga benda berharga, pasti Aoyama akan menyimpannya." Sahut Ren dengan sedikit tertawa.
"Kau benar, itulah adalah hadiah ulang tahun pertamanya."
"Eh...?" Ren terkejut mendengar jawaban dari Hinana, dengan reflek tiba-tiba ia menjatuhkan pensil warna yang ia pegang sedari tadi.
"Aku memberikannya pada Aoyama saat ulang tahun. Lalu dia mengatakan jika itu hadia…
Salju Di Bulan Desember
136
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 142 Episodes
Comments