Setelah menghabiskan minumannya, Shota mengajak Hinana untuk makan siang.
Di sepanjang jalan Hinana memandangi pohon sakura yang daunnya mulai tumbuh lebat.
"kau menyukai bunga sakura?" tanya Shota yang sedari tadi memperhatikannya.
"tidak begitu, hanya saja aku menantikan musim semi."
"kenapa?"
"tidak apa-apa, Shota musim apa yang kau sukai?"
"emm aku menyukai musim panas, aku ingin ke pantai."
"kau suka dengan pantai?"
"iya, aku biasa berselancar, main voly dan banyak lagi hal yang menyenangkan. Jika musim panas ku ajak kau ke pantai."
"Woah kau memang benar-benar pria sejati."
"duduklah disni Hinana, " Shota memundurkan kursi dan menyuruh Hinana duduk saat sampai di resto. "kenapa kau tiba-tiba membicarakan musim?"
"tidak apa-apa, hanya saja aku menyuruh seseorang menyukai musim semi. Saat ku tanya musim apa yang kau suka, dia menjawab menyukai musim gugur tapi tak tahu alasannya."
"musim gugur, aku tidak begitu suka."
"eh kenapa? Karena saat itu banyak daun berjatuhan dan angin sangat lebat. Membuatku memakai mantel tebal."
"hem kau benar, daun-daun berserakan. Shota kau mau pesan apa? Aku mau makan steak."
"sama denganmu. "
"baiklah. Oh ya Shota gelang Ren."
"bagaimana bisa kau yang membawa."
"waktu itu tertinggal di galeri."
"baiklah aku ku berikan padanya." Shota segera memasukkan gelang milik Ren di sakunya. Kemudian memakan makanan yang sudah siap dalam 15 menit.
"Hinana setelah ini kau mau kemana?" tanya Shota.
"sepertinya aku langsung saja pulang, ah Shota terima kasih sudah mengajakku."
"tak masalah, aku juga banyak pikiran hari ini."
"Shota adakah seseorang yang kehidupannya berjalan lurus?"
"kau bercanda, mana mungkin. Semua orang memiliki liku-liku kehidupan."
"aku melihat ada orang yang seperti itu, orang itu selalu ceria. Aku rasa dia orang yang sangat bahagia di dunia ini. Dia tahu menjalani hidup dengan baik." ujar Hinana, Shota mulai merasa Hinana sepertinya sedang membicarakan seseorang.
"mana mungkin ada orang yang seperti itu, kadang kita haru…
Salju Di Bulan Desember
35
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 142 Episodes
Comments