Hinana bangkit dari reruntuhan atap dengan luka yang ada di kepalanya. Sebelum kejadian itu Hinana berada di pantry untuk membuat secangkir kopi. Ia jadi tidak nafsu makan karena melihat Arimura dan Ren di rooftop.
"kepalamu terluka, mari ku obati."
"tidak perlu." tolak Hinana dengan memegang kepalanya yang berdarah. Hinana mengabaikan Ren dan keluar dari pantry yang berserakan.
"Hinana mari ku bantu kau." Arimura langsung mengikuti Hinana ,sementara Ren masih berdiri di depan reruntuhan masih tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.
"tidak perlu aku bisa sendiri." sekali lagi Hinana menolak tawaran baik.
Melihat keadaan Hinana dengan bajunya yang lungsuh membuat Arumi sangat khawatir.
"Hinana, apa suara keras itu dari mu. Mari ku bantu." Arumi langsung membantu Hinana berjalan meskipun Hinana menolaknya.
"Arumi bawa saja Hinana ke dokter." ucap tuan Jouji dan Arumi mengangguk mengerti.
"tidak perlu, aku bisa mengobati sendiri." tolak Hinana dan seisi ruangan memandangnya.
"Hinana tapi kepala berdarah, aku tak ingin kau kenapa-kenapa." Arumi mengulang perintah Tuan Jouji pada Hinana.
"jika ku bilang tidak perlu maka tidak." Hinana bersikeras dengan kemauannya. Ia segera duduk di meja kerjanya mengusap darahnya dengan tisu. Sembari menekan agar darahnya tidak keluar, meskipun sangat sakit tapi rasa sakit di hatinya jauh lebih terasa.
Sementara itu Ren menghubungi petugas kebersihan dan beberapa petugas untuk memperbaikinya. Dari kejauhan ia melihat Hinana, bajunya yang sangat kotor dan kepalanya berdarah. Tapi Hinana masih tetap keras kepala tidak mau di ajak ke dokter.
"Ariko." panggil Ren pada salah satu pegawainya. Ia melepaskan sweter dan memberikan pada Ariko. Meskipun sudah musim semi tapi tetap saja Ren masih memakai baju yang tebal, karena tidak bisa menahan dingin.
"berikan ini pada Hinana, bajunya kotor suruh dia menggantinya."
"iya baik." Ariko menerimanya dan memberikan pada Hinana. Ia juga membantu Hinana untuk mengganti baju.
"kau yakin tidak mau ke d…
Salju Di Bulan Desember
49 (mulai mengandung bawang)
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 142 Episodes
Comments
Dewi Mar'atush
thank's to editor yang senantiasa membaca coretanku. aku sangat terharu.
2022-08-12
0