Aoyama membantu Hinana merapikan barang-barang. Sebenarnya tidak terlalu banyak yang di bawa Hinana, tapi Hinana memaksa Aoyama untuk mengantarkan pulang.
"apa kau yakin akan tinggal sendiri?" tanya Aoyama, karena Bibinya pergi ke Tokyo saat Hinana berada di rumah sakit.
"lalu aku harus bagaimana lagi?"
"emm baiklah terserah kau saja."
"ku pikir kau akan menawarkan untuk tinggal dirumahmu." gerutu Hinana dengan memperbaiki perban di kepalanya.
"mana mungkin, meskipun kau satu-satunya temanku tapi aku tidak suka jika ada orang di tempatku."
"dasar kau, lalu bagaimana kau akan hidup bersama pasanganmu nanti."
" itu bukan urusanmu. Cepatlah ada seseorang yang harus ku temui hari ini."
"aku rasa pacarmu terpaksa pacaran denganmu."
"kenapa kau mengatakan seperti itu." Emosi Aoyama tersulut dengan ucapan Hinana.
"hey tidaklah kau pikir siapa yang betah dengan sikapmu yang nolep seperti ini."
"setidaknya aku tampan dan pintar, ayo pergi." Aoyama langsung membawakan tas Hinana.
"tunggu sebentar, apa kau tidak keberatan jika menungguku sebentar. Aku harus menemui seseorang, jika kau keberatan kau bisa pergi aku akan pulang naik taksi." Hinana teringat ucapan ayah Ren waktu itu. Jadi ia memutuskan untuk mengunjungi Ren sebelum pulang.
"tidak masalah, aku bisa memundurkan waktu. Lagi pula aku sudah berjanji pada ibumu, untuk menjagamu selama sakit."
"Arigatou Aoyama. Aku pergi sebentar." Hinana kemudian bergegas untuk menuju ke kamar Ren. Aoyama mengikuti Hinana dari belakang, karena ia tahu jika Hinana akan pergi ke kamar Ren.
"Ne Hinana, aku harap kau tak mengambil keputusan sepertiku. Karena resikonya sangat besar, bahkan aku sendiri tak tahu apakah aku mampu menjalaninya." Aoyama Kou.
TOK... TOK... TOK...
"Konichiwa, watashi Hinana desu (halo aku Hinana)." Hinana mengetuk pintu kamar Ren dengan ragu, karena ia melihat Ren sedang membaca buku.
"masuklah." terdengar suara Ren dari dalam menyuruhnya masuk. Hinana mulai masuk kamar Ren di ikuti Aoyama.
"kau sudah boleh pulang?…
Salju Di Bulan Desember
52
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 142 Episodes
Comments