Tsubaki keluar dari ruang dokter dan tertunduk lemas, dia tidak percaya dengan apa yang terjadi.
Shota berlari kearah Tsubaki sementara ayahnya menemui Ren.
"kau sudah tahu penyakitnya?" ucap Shota dengan nafas tergesa-gesa. Sementara Tsubaki tidak menjawab dan menyerahkan sebuah map hasil pemeriksaan.
"Rahasiakan dari semua orang terutama Hinana. Setelah ini Ren akan pindah rumah sakit, dan kupastikan tidak ada yang tahu. Kau tetaplah tutup mulut dan tidak tahu apa-apa." Shota mengambil map itu dan berjalan menuju kamar Ren. Sementara Tsubaki mengikutinya.
Ayah Ren masuk kemudian memeluk Ren, Hinana segera menepi dan menunduk.
"maaf telah membuatmu cemas." ucap Ren. Tak butuh waktu lama Shota dan Tsubaki datang.
"syukurlah kau sudah bangun." ayahnya melepas pelukannya. Ren melihat Shota dan Tsubaki tapi pandangannya tertuju pada Tsubaki yang tertunduk.
"terima kasih Tsubaki."
"tidak masalah, aku harus segera ke kantor. Cepatlah sembuh Ren, ayo Hinana." Tsubaki mengajak Hinana untuk pulang.
"aku kembali, cepatlah sembuh Ren." Hinana berpamitan kemudian keluar mengikuti Tsubaki.
Hinana mengikuti langkah Tsubaki dari belakang, ia pikir Tsubaki akan naik taksi ke kantor. Hinana mengikuti Tsubaki karena mobilnya ada di toko bahan-bahan kue dekat kantor Ren.
"sakit apa Ren itu?" tanya Hinana.
"dia hanya kelelahan saja."
"segitu parahnya penyakit kelelahan, aku dulu juga pernah dan sempat opname karena Typus."
"sama seperti Ren." ucap Tsubaki singkat.
"Tsubaki kau tidak apa-apa?" Hinana melihat ada sesuatu yang berbeda dari Hinana.
"aku baik-baik saja, jika kau lelah naik lah bus karena aku lupa membawa kartu akses."
"tak masalah. Tsubaki, seperti apakah Ren?"
"kenapa kau tanya padaku?"
"hanya penasaran saja. Meskipun berkali-kali aku jahat padanya, tapi Ren selalu baik padaku."
"Hinana ada sesuatu yang harus ku katakan padamu. Kau jangan...." perkataan Tsubaki terhenti karena melihat wajah Hinana, sebenarnya Hinana juga orang baik hanya saja kadang perbuatan Ren baik…
Salju Di Bulan Desember
17
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 142 Episodes
Comments
Dewi Mar'atush
udah terlalu emosi ya
2023-04-27
0
Ayano
Aku kalo dibilang gini pengen makin marah 😅
2023-04-26
1