"Mōichido (sekali lagi) izinkan aku melihat senyum yang menghiasi wajahnya, sekali lagi aku ingin melihat tingkahnya yang kekanak-kanakan. Moichido onegaidesu (sekali lagi kumohon)." batin Hinana saat melihat Ren tanpa ada senyum di wajahnya.
" Aku merasa sikap tuan Ren hari ini tidak seperti biasa?" ucap Ariko.
" Jangan membuat susana menjadi ribut Ariko, kami telah gagal harusnya kau tak mengungkitnya lagi." Balas Emi mengampiri mesin pencetak.
" Gommen, tapi kalian semua sudah melakukan yang terbaik. Ganbatte ne di festival yang akan datang."
"Arigatou, ini pekerjaanmu hari ini." Emi memberikan setumpuk makalah yang harus di kerjakan Ariko. Dan dengan senang hati Ariko menerima dan mulai mengerjakannya.
Saat jam istirahat tiba, seperti biasa Hinana memakan makanan yang di belinya di rooftop. Meskipun Emi mengajaknya makan siang bersama Hinana menolaknya karena ia lebih suka sendiri.
" Kau tidak bawa bekal makan?" ucap Ren membuka percakapan pada Hinana.
" Aku pulang ke apartemen, Bibiku berada di Tokyo." jawab Hinana dan memakan Onigiri yang di belinya.
"Sokka (oh begitu)."
"Kau sudah makan?" tanya Hinana basa-basi.
" Tidak ada yang ingin kumakan."
"Emm begitukah. Makanlah ini aku sudah kenyang." Hinana memberikan satu onigirinya untuk Ren lalu kembali ke rutinitasnya.
"Hey Hinana, sudah kukatakan aku tidak ingin makan apapun hari ini." teriak Ren sehingga Hinana berbalik dan menengok ke belakang.
" Emm kalau gitu makanlah besok saja. Aku kembali bekerja dulu." Hinana segera meninggalkan Ren dan bergegas ,karena sebentar lagi ia harus menyiapkan project untuk meeting bersama.
Tapi sebelum benar-benar pergi, ia mengintip Ren dan memastikan bahwa onigiri yang di berinya benar-benar di makan. Senyumnya tanpak mengambang saat melihat Ren memakan onigiri yang di belinya.
"Yokatta (syukurlah)." batin Hinana karena sejujurnya ia khawatir tentang kejadian waktu itu, dan Ren juga baru keluar dari rumah sakit kemarin.
Meeting pun segera di mulai, dan semua karyawan sudah b…
Salju Di Bulan Desember
54
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 142 Episodes
Comments