Mereka kembali bekerja seperti biasanya. Tapi kali ini Hinana dan Emi sangat senang karena Arumi telah kembali. Usahanya untuk membujuk Arumi ternyata tidaklah sia-sia.
"Teman-teman, bisakah kalian mengkoreksi tentang gaun ini? Apakah ada yang salah atau kurangnya?" tanya Hinana meminta pendapat dari semuanya.
"Em sebenarnya aku melihat gaun ini sangat simple. Dari semua design baju yang aku lihat di Koizumi aku merasa jika design ini tidak mempunyai keistimewaan." Ucap Sawako memberikan kritik. "Apakah design ini benar-benar Ren yang membuatnya?" tanya Sawako dan semua mengiyakan dengan anggukan.
"Lalu apakah kalian punya saran, atau mungkin apa yang perlu di perbaiki?" tanya Hinana sekali lagi.
"Mungkin Arumi bisa memberi saran." ucap Emi dan melihat kearah Arumi.
"Eh watashi? (eh aku?)" tanya Arumi dan menunjuk ke dirinya sendiri.
"Iya tentu saja kau. Karena kau punya pengalaman dan kau juga lulusan sekolah design." balas Emi.
"Sebenarnya aku tidak bisa menilai atau memberi saran apapun. Karena design ini bukan aku yang membuatnya, membuat design baju bukan hanya sekedar menggambar. Pasti ada perasaan si pembuat yang tercurah dalam gambar, entah senang, sedih ataupun kecewa sehingga membuat design itu menjadi hidup. Meskipun terlihat designnya sangat simple tapi kita tidak bisa melihat sisi dalamnya, kenapa si pembuat mengambar seperti itu dan hanya si pembuat yang tau maknanya." Arumi menjelaskan semua yang ia ketahui tentang design suatu baju
"SUGOI Arumi chan." Tsubaki terkagum-kagum dengan penjelasan Arumi dan memberinya tepuk tangan.
"Eh, aku hanya menjelaskan saja. Karena memang itu yang diajarkan di sekolah design." jawab Arumi.
"Hinana jika kau ingin melukis dengan sempurna maka pikirkanlah apa yang sedang kau rasakan. Bukan apa yang sedang ingin kau lukis. Jika perasaanmu sedih mana mungkin kau bisa melukis bunga sakura dengan benar, kau bisa melukis danau karena itu bisa mewakili perasaan sedihmu. Satu lagi sebuah lukisan bukan hanya sekedar gambar yan…
Salju Di Bulan Desember
60
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 142 Episodes
Comments