"Hinana kau tidak mau terlambat bekerja kan... Cepatlah bangun dan makan pagi." teriakan bibinya memasuki telinga Hinana. Ia perlahan membuka matanya, sebenarnya ia malas untuk berangkat kerja. Tapi bagaimana lagi, itu kesalahan karena bekerja di perusahaan milik orang lain.
"cepatlah makan, kau bangun terlalu siang." celoteh Bibi Miyo saat mengetahui kalau Hinana sudah duduk di meja makan. "ada apa denganmu? Kenapa wajahmu kusut?"
"terimakasih sarapannya, aku berangkat dulu." Hinana tak memperdulikan pertanyaan Bibinya. Ia menuju ke kamar mandi dengan malasnya.
"Hinana apa kau baik-baik saja?" tanya Bibi Miyo saat Hinana akan menuju ke kantor.
"aku baik-baik saja, jangan khawatir. Sampai jumpa bi." balas Hinana kemudian berjalan menuju kantor.
Pemandangan bunga sakura di jalan membuat suasana musim semi bertambah indah. Sekali lagi Hinana mengingat masa lalunya saat musim semi. Dan saat musim semi juga Hinana di lamar oleh mantan kekasihnya Yukiatsu. Sebenarnya itu adalah momen terindah dalam hidupnya. Tapi untuk kali ini Hinana tidak begitu antusias dengan musim semi.
"ohayou." sapa Hinana pada seseorang yang ia temui di loby.
"ohayou, kau Hinana Arizawa kan?" wanita itu tersenyum riang membalas sapaan Hinana.
"oh kau ternyata." kaki Hinana terasa lemas saat mengetahui yang ia sapa adalah Arimura atau Ren biasa memanggilnya Alice.
"Hinana apa boleh aku mengobrol denganmu sebentar, aku ingim memberikan bekal untuk Ren. Tapi sepertinya aku terlalu pagi kemari."
"gomenne, pekerjaanku akhir-akhir ini sangat banyak. Sebentar lagi mungkin dia akan datang." tolak Hinana dan mulai menghidupkan komputernya.
"begitukah, tapi aku boleh kan jika duduk menemanimu disini?" tanpa pernyataan setuju Arimura langsung duduk di kursi dengan Hinana.
Hinana sesekali melirik kearahnya. Wanita itu memiliki tinggi semampai dengannya, dia cantik karena turunan Jepang-Inggris.
"pantas saja Ren menyukainya." ucap Hinana dalam hati. " tunggu sebentar, mengapa aku memikirkan Ren? Bukankan aku…
Salju Di Bulan Desember
48
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 142 Episodes
Comments