Kuriyama bukan kota yang besar, hanya saja hamparan luas selalu ditumbuhi bunga krisan kuning yang sangat indah.
"Bolehkah aku ikut denganmu." Ucap Ren dengan perlahan.
Mendengar perkataan dari Ren tentu saja membuat Hinana dan Aoyama terkejut. Apakah Ren sudah melupakan kejadian waktu itu.
"Dulu aku tidak sempat mengantarkan kepergian Izumi karena sibuk dengan perusahaanku. Sekarang aku ingin mengunjunginya. Izumi juga temanku saat di rumah sakit." Ucap Ren sekali lagi.
Hinana mulai menyadari bahwa Ren benar-benar seseorang yang berhati baik. Ren mampu berdamai dengan keadaannya setelah tahu bahwa kekasihnya Aoyama sudah meninggal.
"Aoyama kun, bukankah kau sudah berjanji akan mengenalkanku pada Sakura?" Hinana menyahuti perkataan dari Ren.
"Kita akan sama-sama menikmati bunga krisan, bukankah itu bagus." Ren duduk di sebelah Aoyama dan membujuknya.
"HAH... Apa kalian yakin? Pemakamannya ada di atas bukit. Ren mana mampu naik keatas." Jawab Aoyama dengan suara sedikit keras karena kesal dengan ucapan kedua temannya yang merajuk ikut.
"Benar juga, akhir-akhir ini aku memang merasa sering lelah. Maafkan aku Izumi karena tidak bisa mengantarmu dan mengunjungimu."
Sura Ren terdengar melemah, sepertinya putus asa karena tidak bisa pergi. Ren langsung pindah ke ranjangnya dan membaca buku yang baru di belikan Hinana.
"Hey... Apa tidak ada cara lain untuk kesana?" Hinana mendekat kearah Aoyama dan berbicara dengan berbisik.
"Apa kau bodoh? Dari dulu pemakaman tempatnya di atas bukit. Untuk kesana harus berjalan kaki. " Jawab Aoyama yang ikut berbisik juga agar Ren tidak mendengar.
"Aku pernah melihat ayahku datang ke pemakaman mendiang pamanku. Saat itu ayahku sedang mengalami patah tulang, tapi bisa sampai ke atas. Aku yakin pasti ada caranya."
Hinana masih memaksa Aoyama agar mencarikan solusi. Mungkin tujuan Ren bukan untuk pergi ke pemakaman juga, melainkan untuk keluar dari rumah sakit
"Kau bisa mengajak Ren sampai ke bawah bukit saja. Mungkin Ren hanya ingi…
Salju Di Bulan Desember
125
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 142 Episodes
Comments