..." Kebahagiaan itu sangat jelas saat aku melihat ke arahmu. Aku merasa meskipun semua kehidupanku akan berakhir, tapi ada satu hal yang membuat semua terasa indah. Yaitu menghargai setiap nafas yang aku miliki. Dengan ini aku ingin mengatakan jika aku masih ingin hidup untuk hari esok, tidak apa jika lusa aku akan mati. Tapi aku ingin setiap hariku melihat mu." Ren Koizumi....
Ren melihat Hinana seolah ada harapan yang baru untuknya. Meskipun ia akan benar-benar meninggal, tapi ia bisa melihat masa depannya tak akan sia-sia. Ren menemukan sosok Muse yang ada pada diri Hinana.
(Muse diartikan sebagai figur yang menjadi inspirasi bagi desainer sehingga didaulat untuk mengenakan rancangan si desainer hingga menampilkannya di sejumlah fashion show.)
"Final." Gumam Ren dan menaruh pensilnya.
"Amazing..." Puji Arumi saat melihat gambar sketsa yang baru di buat Ren.
"Ren kita tak punya waktu banyak untuk membuatnya." Ucap Tsubaki yang menggaruk kepalanya.
"Tsubaki benar Ren, waktu kita hanya dua bulan." Ucap Emi juga.
"Biar ku lihat detailnya." Sawako meminta gambar skets pada Ren. Ia ingin memastikan apakah masih bisa mengubah design dan konsep untuk festival itu.
"Aku rasa masih ada waktu jika ingin mengubahnya, aku punya kenalan seseorang yang bekerja di pabrik tekstil. Jadi untuk bordiran pinggir sekalian dari sana." Lanjut Sawako menjelaskan pada teman-temannya.
"Sumimasen apakah aku sudah boleh kesana. Aku penasaran dengan yang terjadi." Ucap Hinana tiba-tiba, karena dari tadi Hinana berdiri sendirian di pojok ballrom sedangkan yang lain mengamati Ren menggambar.
Mendengar perkataan Hinana membuat Ren tertawa kecil. Kemudian ia mengulurkan tangannya pada Hinana.
"Kemarilah." Ren pun tersenyum saat Hinana menerima uluran tangannya.
Hinana membalas uluran tangan Ren kemudian melihat apa yang dari tadi di gambar Ren.
"Eh apakah ini aku? Kenapa tidak mirip sama sekali?" Hinana bertanya pada temannya.
"Baka, ini namanya sketsa tentu saja berbeda." Jawab Tsubaki.
"Hinana…
Salju Di Bulan Desember
63
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 142 Episodes
Comments