..."Kita tidak pernah tahu takdir seseorang." (Aoyama kou)...
...**********...
Setelah cukup lama terdiam akhirnya Aoi memeluk putrinya yang berlutut memohon di bawah kakinya. Aoi teringat bagaimana sakitnya kehilangan Larisa, ia bagaikan mobil tanpa kemudi hanya berjalan lurus entah kemana. Tapi berbeda dengan putrinya, bagaimana pun juga pemuda yang dicintai putrinya tidak bisa menemani untuk hidup yang lebih lama.
"Yakushoku (janji)." ucap Aoi dengan pelan saat memeluk putrinya. Aoyama perlahan mendekat dan ikut memeluk Hinana, ia juga tidak mengira bahwa Hinana akan melakukan hal bodoh sepertinya.
"Kenapa kau ikut-ikutan." Hinana memukul Aoyama karena ikut berpelukan, tapi Aoyama masih bisa memeluk Hinana dan ayah Hinana.
"Aku juga ingin paman memelukku dan berjanji."
Aoi juga memeluk Aoyama, ia sudah menganggap Aoyama seperti anaknya sendiri meskipun ia gagal mengadopsi karena beberapa kendala.
Malam harinya Hinana terbangun karena ia merasa haus. Hinana melihat ayahnya yang duduk di ruang tamu dengan membuka album foto milik Hinana.
"Apa insomnia ayah kambuh lagi?" tanya Hinana dengan nada bercanda, ia membawa air minumnya dan menghampiri ayahnya.
"Sepertinya begitu, lihatlah Hinana. Senyumanmu sangat mirip dengan ibumu. Kawai (imut)."
Aoi membuka-buka album foto saat Hinana pertama kali ikut training menjadi model.
"Darimana ayah mengambil album foto itu?"
"Kamarmu, ayah juga melihat lukisan dirimu. Bagus sekali, siapa yang menggambarnya?"
Pertanyaan dari ayahnya membuat Hinana terdiam sejenak, ia bingung bagaimana mengatakan pada ayahnya.
"Seseorang yang ayah temui di rumah sakit, dialah yang menggambar."
Hinana duduk di samping ayahnya, ia memandang raut wajah ayahnya. Dulu saat ia gagal menikah, ayahnya terus mengikutinya kemanapun Hinana pergi. Ia tahu jika ayahnya sangat khawatir.
"Maukah kau mendengar cerita ayah."
Tanpa menjawab Hinana tahu bahwa ayahnya akan menceritakan semuanya pada Hinana.
"Saat kau lahir, ayah meneteskan air mata lho dan meng…
Salju Di Bulan Desember
91 janji Hinana
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 142 Episodes
Comments