Ren meminta bantuan Tsubaki untuk duduk, dirinya masih belum percaya dengan apa yang dilihatnya. Tsubaki dengan setia masih menemani Ren dan memberikan apa yang dibutuhkan Ren.
"Apa kau mau cerita padaku?" Tanya Tsubaki, sebenarnya ia juga penasaran. Tapi Tsubaki tak mau memaksa Ren, karena mungkin hanya menambah luka bagi Ren.
"Ingatkah kau saat Aoyama mengatakan sangat mencintai pacarnya? Dia adalah Izumi, temanku saat di karantina. Izumi chan meninggal karena serangan jantung sepertiku." Ren mulai menceritakan sosok Izumi pada Tsubaki. Tentu saja Tsubaki paham apa yang menjadi kekhawatiran sahabatnya.
"Aoyama belum bisa melupakannya?"
"Benar, dan apa kau ingat saat aku terlambat pulang bersama Aoyama. Dia mengajakku ke toko oleh-oleh dan membelikan cincin untuk pacarnya. Jika aku meninggal bagaimana... "
Air mata Ren terjatuh dan tak kuasa melanjutkan kata-katanya. Disaat yang bersamaan Hinana datang dan memeluk Ren.
"Aku baik-baik saja." Ucap Hinana yang langsung memeluk Ren.
Entah Hinana merasa jika Ren mengkhawatirkannya. Tsubaki hanya bisa melihat kedua sahabatnya yang saling memendam kesedihan satu sama.
"Aku akan baik-baik saja, kita akan selalu bersama." Ucap Hinana sekali lagi untuk membuat kekasihnya tenang.
Sore harinya, Ren sudah berada di mansionnya bersama Tsubaki dan Aoyama. Ia berada di dalam kamarnya dan enggan menemui Arumi dan Emi yang baru selesai mengantar Arimura. Sedangkan Hinana mendapatkan telepon dari agensi dan mengatakan jika ia lolos audisi.
"Apa menurutmu Ren baik-baik saja?" Tanya Emi pada Tsubaki yang mencemaskan Ren setelah mendengar cerita singkat dari Tsubaki.
"Ku pikir Ren ingin menenangkan diri." Jawab Tsubaki seakan ragu akan kondisi sahabatnya.
"Ku pikir juga kau sebaiknya berada di dalam bersamanya. Pergilah, bukankah kalian berdua sudah berteman cukup lama."
Emi memberikan saran agar Tsubaki tetap bersama Ren, dan Aoyama juga menyetujui meskipun hanya dengan tatapan mata.
"Mungkin kau butuh teman bicara?" Ucap Ar…
Salju Di Bulan Desember
121
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 142 Episodes
Comments