Shota masih membiarkan Hinana mengusap air matanya. Hampir lima belas menit mereka tidak menyuarakan suara, hingga steak yang ada di depan mereka sudah tak panas lagi.
"Apa perlu ku pangggilkan pelayan untuk memanaskan steaknya?" tanya Shota memulai percakapan saat melihat Hinana mulai mengambil garpu dan pisau.
"Tidak perlu. Itadakimasu." tolak Hinana dan mulai memakannya.
"Itadakimasu." Shota pun juga ikut makan. "emm oishi."
"Hem oishine, meskipun sudah tidak panas lagi." balas Hinana dengan mulut yang masih di penuhi makanan. Shota yang melihat Hinana tersenyum lagi padanya merasa lega. Ia juga melempar senyum pada Hinana dan menghabiskan makanannya.
"Hinana bisakah aku bertanya sesuatu padamu?" tanya Shota saat selesai makan.
"Hem." Jawab Hinana dengan anggukan.
"Bagaimana keadaan Ren hari ini?" mendengar pertanyaan dari Shota membuat Hinana tertawa karena mengingat kejadian siang tadi. "Eh Doshite? (kenapa)"
"Tidak ada apa-apa. Hanya saja ada kejadian yang menurutku lucu. Aku rasa Ren sudah baik-baik saja." Hinana menceritakan pada Shota keadaan Ren tentu saja saat perut Ren berbunyi saat meeting. Mendengar hal itu Shota pun ikut tertawa.
"Tapi apakah kau yakin bahwa Ren sudah makan dengan baik?" tanya Shota yang antusias dengan pembicaraan Hinana.
"Entahlah tapi Tsubaki bilang jangan khawatir. Jika kau masih ragu bisa tanya pada Tsubaki." jawab Hinana.
Tak pikir panjang Shota pun mengirimkan chat pada Tsubaki. Karena ia juga khawatir dengan keadaan adiknya.
" Ne Tsubaki, aku tahu jika perasaan Ren sedang tidak baik karena gagalnya festival itu. Tapi pastikan Ren untuk makan, karena di baru pulang dari rumah sakit." (Shota koizumi)
"Jangan cemaskan, aku juga akan menjaganya. Meskipun Ren mengatakan tak ingin makan apapun, tapi ia sudah menghabiskan dua mangkok udon. Jadi jangan khawatir, meskipun perasaannya tidak baik tapi nafsu makannya sangat baik." Balasan chat dari Tsubaki.
Hinana dan Shota membaca balasan dari Tsubaki bersama. Mereka berdua tertawa bersa…
Salju Di Bulan Desember
55
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 142 Episodes
Comments