Sesaat semua yang ada di ruangan terdiam dan mencoba menyetujui keputusan Hinana. Emi mendekati Hinana dan memeluknya meskipun Hinana tak tahu apapun tentang design, tapi adanya Hinana membuat Emi merasa terbantu.
"baiklah hanya itu yang aku katakan, aku permisi." lanjut Hinana kemudian membawa tasnya dan keluar dari ruangan.
"Hinana.." panggil Ren dan Hinana ."terima kasih atas kerjasamanya."
Hinana tak menjawab apapun ucapan Ren, ia melangkahkan kakinya pergi. Belum cukup sembuh luka kemarin dan kini ia merasa sakit lagi karena bertemu dengan Alice.
Dari jendela Ren melihat Hinana pergi dengan mengusap air matanya. Sebenarnya ia tidak tega, tapi Ren juga tidak ingin membuat Hinana berharap padanya. Yang Shota katakan benar jika dirinya mati akan seperti apa Hinana nanti.
Hinana menaiki busway dan berhenti di pusat perbelanjaan, sebenarnya ia ada janji dengan Shota jam 7 malam. Tapi karena suasana hatinya buruk ia langsung menemui Shota yang masih dalam jam kerjanya.
"hey ada apa wajahmu terlihat kusut." tanya Shota saat melihat Hinana duduk di kursi dekat jendela.
"aku malas membahasnya, berikan saja makanan yang membuat moodku baik." jawab Hinana dengan acuh.
"Wakatta." Shota mengerti maksud Hinana, ia tak pikir panjang lalu menyingkir dari hadapan Hinana.
Hinana membuka ponselnya dan melihat grup team Koizumi, nampak Tsubaki mengirim foto mereka. Tentunya dengan Alice juga, Hinana melihat Ren tersenyum lebar dengan merangkul tubuh Alice. Sejenak Hinana mulai memikirkan untuk benar-benar menyingkir dari hidup Ren.
"ini makananmu nona." Shota membawakan beberapa hidangan dan desert meskipun Hinana belum memesannya.
"aku belum memesan apapun, mengapa kau bawakan makanan?" tanya Hinana dan meminum soft drink yang ada di hadapannya.
"kau bilang terserah aku. Cepat makanlah, setelah itu katakan apa yang ingin kau sampaikan."
"bagaimana kalau uangku tak cukup untuk membayar semua ini?" tanya Hinana dan matanya melihat ke arah hidangan yang ada.
"itu hal mudah. Mungkin…
Salju Di Bulan Desember
47
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 142 Episodes
Comments