"Apakah tempatmu disana menyenangkan? Apa kau merindukanku? Aku masih disini, kapan kau akan menjemputku?" (Aoyama kou)
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Aoyama keluar dari toko oleh-oleh, ia melihat Ren yang membereskan kotak obatnya.
"Maaf karena aku kau sampai meminum obat disini." ucap Aoyama dengan rasa canggung.
"Daijoubu (tidak apa-apa)."
"Apa kau merasa sakit?" tanya Aoyama untuk memastikan keadaan Ren.
"Tidak sama sekali, Sensei sudah membeli sesuatu?"
"Hum, ayo kita pulang." Ajak Aoyama dan mulai berjalan.
"Sensei.... Apakah tempat orang mati ada di atas langit?"
Langkah Aoyama seketika berhenti, ia menoleh kebelakang dan melihat Ren masih duduk di bangku dengan menghadap ke atas. Ia memutuskan untuk kembali dan duduk disebelah Ren.
Tanpa mengatakan sepatah kata, Aoyama juga ikut melihat ke langit yang sudah mulai menjelang malam. Ingatnya kembali ke lima tahun yang lalu.
"Sensei. Ibuku bilang bahwa ayahku yang sudah mati berada diatas langit. Jadi aku selalu melihat ke langit setiap kali aku merindukan ayahku. Sensei bisa melakukannya suatu saat nanti." ucap Sakura dengan senyum yang ceria.
Aoyama melihat kearah Ren dan tanpa sadar air matanya terjatuh. Aoyama selalu teringat Sakura saat sedang bersama Ren.
"Sensei, kenapa anda menangis." Ren terkejut saat melihat Aoyama yang tiba-tiba mengeluarkan air mata.
"Benarkah? Mungkin karena angin dingin yang menyambar mataku." dengan segera Aoyama mengusapnya dan berjalan meninggalkan Ren.
"Woi tungguin aku. Kau mau kemana? Jalan pulang lewat sini BAKA (bodoh)!!!." teriak Ren dengan mengejar Aoyama.
Aoyama yang salah arah langsung berbalik dan mengikuti Ren. Tanpa sengaja saat mereka berjalan melewati lapangan, terlihat beberapa anak SMA yang sedang bermain baseball. Ren berhenti sejenak untuk melihat.
"Aku dulu sangat ingin bermain base ball, tapi aku sangat payah dalam olahraga." celetuk Aoyama di samping Ren dan membuatnya kaget.
"Kau membuatku kaget."
"Gomenne (maaf)." jawab Aoyama.
"Aku pernah memainkannya, aku ad…
Salju Di Bulan Desember
99 Home run
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 142 Episodes
Comments