Hinana berjalan dibelakang nona Evelin, karena perdebatan tadi ia jadi tidak berani mengatakan sepatah katapun. Mereka bertiga menuruti perintah dokter Seto untuk menunggu diruang tunggu.
"Aku pergi ke kamar mandi sebentar." Ucap Shota meninggalkan mereka berdua.
Suasana terasa begitu hening, Hinana sesekali melihat ke arah Evelin dan tidak bisa dibohongi lagi bahwa wanita paruh baya itu memendam luka yang sangat dalam.
"Dari dulu dia anak yang baik." Terdengar sangat pelan suara Evelin memecahkan keheningan sesaat. Hinana masih belum mengatakan apapun, ia hanya menatap wanita yang ada di sebelahnya.
"Laki-laki itu tidak pernah menyerah, setiap hari membawa buku pelajarannya, bahkan laki-laki kecilku bisa belajar kanji dalam waktu tiga bulan." Ungkap Evelin sambil mengingat masa kecil putranya.
.
.
.
.
" Momy, seharusnya kau bisa memperpendek tulisannya, kau tak perlu menulis u dalam huruf katakana. Bukankan sudah ada 'umi' (laut) dari tulisan kanji." Ren mengambil kapur tulis dari tangan ibunya dan mencoret tisan u dan menggantinya.
"Wah sugoi... Tulisan Ren bahkan lebih bagus daripada tulisan momy." Shota yang kagum memberikan pujian pada adiknya.
"Benar sekali Ren, bahkan ibu saja masih belum hafal beberapa huruf kanji." Ucap Evelin dan mengusap rambut Ren dengan lembut.
"Mom, kenapa rambutku bewarna pirang?" tanya Ren seketika.
"Karena kau memiliki banyak gen dari momy."
"Tapi rambut momy hitam ke abuan. Bisakah aku menggantinya dengan hitam? Semua teman khursusku selalu melihatku." Protes Ren pada ibunya, karena memang satu rumah hanya Ren yang merasa berbeda. Shota dan ayahnya memiliki warna rambut hitam, begitu juga ibunya yang memiliki warna rambut abu-abu. Namun Ren memiliki warna bola mata yang abu kebiruan dan sama sekali tidak mirip dengan ibunya yang khas memiliki bola mata biru yang cantik.
"Baiklah, kau boleh mengganti rambutmu." Jawab Evelin untuk menyenangkan hati putranya.
Hinana menyerahkan buku catatan milik Ren, tapi sebelumnya ia sudah berobek…
Salju Di Bulan Desember
134
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 142 Episodes
Comments