..."Tidak masalah jika aku akan tiada esok, lusa, ataupun hari yang akan datang. Bisa melihatmu dan bersamamu hari ini aku sangat bersyukur"...
...(Ren Koizumi)...
...******************************************...
Karena malam semakin larut, akhirnya Ren mengajak Hinana pulang dengan naik taksi.
"Jaa Mata." ucap Hinana dan melambaikan tangan pada Ren saat sudah sampai di depan gedung apartemennya.
Ren membalas lambaian tangan Hinana kemudian menutup kaca jendela, karena taksi yang ia naiki akan berjalan kerumahnya.
Saat sudah sampai di apartemennya Hinana segera membuka laptop dan mengakses web festival Tokyo.
Sudah ada dua puluh tiga kontestan yang mereview hasil karya, tingga Koizumi team yang terakhir.
Tiba-tiba matanya terkejut saat melihat berita tentang sahabatnya dulu Nanami. Dengan ragu, Hinana mengarahkan kursor dan mulai mengklik link berita tentang itu.
...******************...
Keesokan harinya Hinana terbangun dengan sebuah kompres yang telah menempel di kepalanya. Ia melihat kearah jam dan terlihat sudah pukul 10 pagi.
"Astaga, aku terlambat." Pekik Hinana, tapi kepalanya sangat sakit jika di buat duduk. Ia membuka ponselnya dan ada pesan masuk dari Ren.
Ren
Hinana chan, kau bisa istirahat dulu jika sakit. Jangan khawatirkan kami. Okey.
Ia melihat di sebelah meja sudah ada beberapa obat dan segelas air putih.
"Ternyata ada gunanya juga ibu mengadopsi Aoyama." gumam Hinana lalu perlahan menuju dapur.
Betapa terkejutnya Hinana saat melihat meja makan sudah tersedia sandwich, segelas susu dan sup tulang iga. Rasanya seperti menang lotre, meskipun semalam telah terjadi hal yang membuat hatinya sakit.
Entah rasanya tubuh Hinana sangat lemah, jadi ia memutuskan untuk mendengarkan musik di audio dan berbaring di sofa.
TING TONG...
Terdengar seseorang menekan bel pintu apartemen.
"Kau sudah makan malam?" tanya Aoyama yang berdiri di depan pintu.
"Belum, aku baru saja bangun."
"Ini." Aoyama memberikan sekotak bento untuk Hinana kemudian pergi tanpa mengucapkan ap…
Salju Di Bulan Desember
69
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 142 Episodes
Comments