Pagi cerah di musim panas dan Hinana sudah mencium bau kopi buatan ayahnya yang menyegarkan.
"Ohayou. (selamat pagi)." Sapa Hinana kepada ayahnya yang sedang duduk dengan membaca koran.
"Ohayou, Ayah dengar kau mulai dengan pekerjaanmu yang lama lagi." Aoi melipat koran yang ia baca dan melipat kedua tangannya ke depan untuk berbicara dengan putrinya.
"Pekerjaan baru, aku akan mengikuti Audisi senin depan. " Jawab Hinana dan meminum secangkir buatan ayahnya.
"Tunggu sebentar, kau bisa buat sendirikan." Aoi gagal mencegah mulut Hinana yang langsung saja menyeruput kopinya. Ia hanya menggelengkan kepala karena mengingat kelakuan putrinya masih sama tidak ada yang berubah.
"Dimana Ryusei? " Hinana menanyakan adiknya, karena suasa rumah sangat tenang. Biasanya jika Ryusei selalu menyanyi tidak jelas saat pagi hari.
"Sudah berangkat kerja. Hinana, ayah akan menjadikan adikmu ketua direktur apa kau tidak masalah? " tanya Ayahnya yang sedang membahas bisnis.
"Kenapa otousan (ayah) bertanya padaku, lakukanlah jika menurut ayah bagus. Aku sama sekali tidak tertarik pada perusahaan milik ayah. " ucap Hinana lalu pergi ke kamar mandi.
Hinana terlihat sibuk memilih sebuah baju. Hari ini merupakan pertama kalinya ia akan berkencan dengan Ren. Entah kenapa Hinana merasa gugup.
"Woah.... Itai (sakit). " Hinana terjatuh dan kepalanya terbentur di tembok.
"Sejak kapan kau berada disitu" Ucap Hinana dan masih meringkih kesakitan. Ia terkejut saat Aoyama tiba-tiba berdiri di depan kamar Hinana yang tak tertutup.
"Kenapa kau salah tingkah." Aoyama tertawa kecil kemudian masuk ke kamar Hinana dan mainkan pianonya.
"Hey siapa yang menyuruhmu masuk, pergilah..!!!" Hinana mencoba menyeret Aoyama untuk keluar dari kamarnya tapi tak berhasil sama sekali entah kali ini dirinya yang lemah atau Aoyama yang terlalu kuat.
"Baiklah. Apa kau akan kencan dengan Ren?"
Pertanyaan dari Aoyama semakin membuat Hinana malu hingga pipinya mulai memerah.
"Kau tahu dari mana? " tanya Hinana denga…
Salju Di Bulan Desember
115 First date
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 142 Episodes
Comments