..."Jika kau datang hanya untuk pergi, lalu untuk apakah kau datang padaku?...
...Apakah akan menggoreskan luka?...
...Senyuman itu, suara itu, dan sebuah pelukan aku tidak bisa menghindarinya....
...Kami-sama (Tuhan), aku ingin orang sebaik itu tetap hidup. Biarkan dia tetap hidup, aku mohon....
...(Hinana Arizawa)...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Entah sudah berapa lama Hinana dalam pelukan Ren, rasanya ia tak ingin melepasnya.
"Aku harus pergi." ucap Ren dan perlahan melepaskan Hinana dari pelukannya.
"Bisakah kau hidup lebih lama lagi, ibuku seorang dokter aku bisa tanyakan mungkin ada cara lain agar kau bisa bertahan. Kumohon jangan pergi, hiduplah sedikit lebih lama." Masih dengan mata yang berkaca-kaca Hinana berusaha untuk menahan air matanya.
"Apa yang kau katakan? Aku harus pergi untuk menyatakan kehadiran di festival itu."
"Ehh???" Hanya itu yang keluar dari mulut Hinana. Saat Ren mengatakan dirinya harus pergi, ia beranggapan jika hidup Ren akan berakhir.
"Ehhh?" Ren mengikuti ucapan Hinana. "Hahahaha, apa yang sedang kau pikirkan. Cepatlah panggil Aoyama aku harus pergi bersamanya."
Ren tertawa keras saat melihat Hinana menutup wajahnya dengan satu tangan. Ia juga mengacak-acak rambut Hinana karena tahu jika Hinana malu ia akan menutup wajahnya sebagian.
"Jika kau ingin ikut mandilah dahulu." ucap Ren sekali lagi.
"Kenapa kau bisa mengatakan seperti itu." gumam Hinana dengan membereskan rambutnya yang sudah acak-acakan.
"Aku mencium baunya dari sini." Jawab Ren dengan menutup hidungnya.
"MENYEBALKAN...!!!"teriak Hinana dengan pipinya yang sangat merah. Ia merasa kesal karena dua kali dipermalukan oleh Ren.
Hinana berlari meninggalkan Ren, ia menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Aoyama menghampiri Ren yang sedang duduk dibangku. Melihat Ren yang duduk seperti itu, ia teringat pada kekasihnya.
"Maaf membuatmu menunggu lama." sapa Aoyama yang menghampiri Ren.
"Aku tidak menunggumu kok."
"Eh?? Tapi Hinana bilang kau... Ah sudahlah, apa kita akan pergi…
Salju Di Bulan Desember
98 Saat Ren bersama Aoyama
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 142 Episodes
Comments