Entah kenapa sekan Arimura bisa mendengar suara Aoyama yang sangat pelan dan jaraknya jauh. Arimura menoleh kebelakang dan tersenyum kepada Aoyama.
Ren merangkul Aoyama dan membiarkannya menangis, meskipun pantang laki-laki untuk menangis.
Tsubaki dan Hinana juga tanpa sadar telah meneteskan air mata karena melihat perpisahan yang begitu menyakitkan.
Setelah membiarkan Aoyama menangis di pundaknya, Ren memesankan minuman untuk Aoyama. Dan Aoyama juga naik ke balkon restoran untuk menenangkan diri.
"Hey bicaralah." Teriak Hinana yang datang menghampiri Aoyama.
"Apa yang harus ku katakan." Balas Aoyama dengan santai dan menyobek kelopak bunga peony satu persatu.
"Apa saja yang menandakan kau masih hidup. Hey Aoyama apa kau ingin mati?"
Pertanyaan Hinana sebenarnya sangat menyebalkan untuk dijawab. Entah itu hanya bercanda atau terlepas dari mulutnya, Aoyama hanya menggelengkan kepalanya.
"Apa mati rasanya lebih sakit dari pukulanmu dan cubitanmu?" jawab Aoyama dengan mendengus.
"Tentu saja, bahkan sangat sakit. Sakitnya sangat berbekas dan tak akan bisa di hilangkan." Jawab Hinana dengan cepat.
"Soal itu aku minta maaf."
"Tidak apa. Lain kali jangan pukul aku ataupun melukaiku, rasanya sangat sakit."
Aoyama menunjukkan bekas cubitan dari Hinana yang membekas merah. Ia juga sedikit tersenyum karena kelakuan Hinana masih seperti dulu.
Hinana selalu memukulnya saat ia hanya memendam rasa sakit karena perbuatan orang lain. Hinana juga mengatakan jika pukulannya akan membuat rasa sakit di hatinya menghilang dan berpindah ketempat yang Hinana pukul.
Ren dan Tsubaki memesan beberapa minuman soda untuk Aoyama, dan Tsubaki Sedangkan ia sendiri hanya memesan air mineral. Tanpa sengaja Ren menyenggol tas milik Aoyama dan menjatuhkan buku. Sebuah foto terjatuh dari buku milik Aoyama
"Aku mencintaimu selamanya."
"Izumi... " Pekik Ren saat melihat foto Aoyama dan wanita yang sangat di kenalnya.
Izumi Sakura adalah teman Ren saat berada dirumah sakit. Izumi telah meninggal kare…
Salju Di Bulan Desember
120
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 142 Episodes
Comments