Hinana mengikuti Jouji keluar dari kamar Ren. Kali ini wajahnya benar-benar merah. Ia berpikir bahwa dirinya seperti paparazi mesum yang tiba-tiba datang ke kamar Ren.
"Doshite (kenapa)?" tanya Jouji ayah Ren yang dari tadi memperhatikannya.
"iie-iie (tidak), ano (itu) maksudku. Aku benar-benar minta maaf, aku tidak tahu jika Ren sedang di bersihkan. Tapi aku benar-benar tidak melihat apapun, sungguh, aku bersumpah." ucap Hinana dengan panik karena ia takut jika Jouji mengiranya paparzi.
Melihat pengakuan Hinana yang seperti itu Jouji hanya tertawa keras, karena tak percaya jika Hinana menjelaskan begitu detail. Memang saat itu perawat mengatakan akan membersihkan tubuh Ren, oleh karena itu Jouji keluar dari kamar. Tapi ia terkejut saat melihat Hinana ada di dalam dan melihat baju bersih Ren masih tertata rapi di meja.
"Tidak masalah, maaf menertawakanmu." balas Jouji.
"Tidak apa." ucap Hinana dengan canggung.
"Jangan minta maaf padaku, karena yang malu bukan aku. Oh ya Hinana saat ini kondisi Ren sangat lemah jadi jangan bicarakan tentang pekerjaan dulu, biarkan dia agak membaik Okey." ucap Jouji memberi tahu Hinana.
"Baik aku mengerti."
"Jouji san, Hinana." Sapa dokter Seto dan menghampirinya, tidak hanya itu Aoyama juga ada di belakangnya.
"Sensei." sapa Jouji dan Hinana bersamaan.
"Melegakan sekali karena akhirnya Ren bisa melewati masa kritisnya. Hal itu karena ada dorongan di pikirannya sehingga otaknya bekerja. Arigatougozaimasu (terimakasih banyak) Hinana chan." ucap Seto menjelaskan dan menundukkan kepala kepada Hinana.
"Oh ya Jouji san bisakah keruanganku sebentar, karena sudah ada Hinana dan Aoyama yang bisa menjaga Ren."
"Baiklah." balas Jouji dan mengikuti Seto sensei berjalan.
"Hey kenapa Seto sensei berterimakasih padaku?" tanya Hinana pada Aoyama yang sudah ada di sampingnya.
"Itu karena kau yang membuat Ren bisa sadar kembali."
"Eh, apa maksudnya?"
"Saat kau masuk ke kamar NICU secara tidak sengaja kau berkomunikasi padanya dan membuat pikirannya in…
Salju Di Bulan Desember
81 Ren mengingat kakaknya
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 142 Episodes
Comments