"tentu saja, aku datang untuk melihat kalian." jawab Shota.
"kemarilah Shota, gantikan aku menyapu." ucap Hinana dan menyerahkan sapunya.
"HAH, aku kesini hanya melihat kalian bekerja. Lagi pula aku bukan karyawannya Ren."
"Heh ... Shota aku sudah lelah." ucap Hinana menyerah.
"sudahlah Hinana kau baru menyapu sebentar saja sudah mengeluh." ucap Emi yang senang melihat Hinana kelelahan.
"oi Hinana bersihkan yang benar, lihat masih banyak sampah tercecer." Tsubaki pun ikut mengatai Hinana.
"kau juga sampah." umpat Hinana dengan kesal. Hinana merasa hidupnya seperti upik abu, dan teman-temannya mentertawakannya.
"eh ada TIKUS....." teriak Arumi saat melihat seekor tikus berlari kearah Hinana.
"AHHHH....." Hinana berteriak histeris dan melompat kearah Ren.
Tanpa sengaja ia segera memeluk Ren dengan erat dan memejamkan matanya. Mereka berdua terjatuh karena Hinana melompat dengan spontan. Ren menopang kepala Hinana dengan tangannya agar tidak terbentur di lantai.
"Menjijikkan menjijikkan cepat usir tikusnya." ucap Hinana dengan menutup mata dan masih memeluk Ren.
"Hinana, tikusnya sudah pergi." ucap Shota dan masih melihat pemandangan yang menyesakkan.
"tidak tidak itu sangat menjijikkan." Hinana masih saja merasa geli, padahal tikus tadi hanya melewatinya.
Semua orang sudah mengatakan bahwa tikus nya sudah pergi, tapi tetap saja Hinana masih tidak percaya. Ia bahkan masih memejamkan matanya seraya memeluk tubuh Ren dengan erat.
"Hinana, bukalah matamu. Tikusnya sudah pergi." terdengar suara Ren yang lembut dan Hinana perlahan membuka matanya. Dan benar tikusnya sudah tidak ada, ia bisa bernafas lega sekarang. "Jadi sampai kapan kau akan memelukku." ucap Ren dan membuat Hinana tersadar bahwa posisinya sangat tidak tepat.
"Gomennassai." Hinana segera berdiri dan menunuduk minta maaf pada Ren.
"Daijoubu (tidak apa-apa). Kembali bersihkan aku keluar sebentar." ucap Ren dan melempar senyum pada teman-temannya.
Ren keluar untuk membelikan minuman, dengan menahan rasa sakit…
Salju Di Bulan Desember
44
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 142 Episodes
Comments