Hari sudah malam, Hinana pulang ke apartemennya dan langsung tidur. Esok paginya Hinana terbangun sendiri tepat jam 8 pagi.
Hinana mendengar suara sedikit bising, dan dengan semangat keluar dari kamarnya.
"ah ternyata kau Toru." gumam Hinana saat melihat robotnya membersihkan ruang tamu. Hinana pergi ke kamar mandi dan bersiap untuk pergi kerja.
Ia menyiapkan sarapan sendiri dengan memanggang roti.
"Ah panas sekali." rintih Hinana sendiri saat mengambil roti dari panggangan. Pagi ini Hinana merasa kesepian karena harus sarapan pagi sendiri.
"dia benar-benar tidak datang hari ini." ucap Hinana dengan kecewa saat keluar dari apartemennya dan menuju halte bus.
Tak butuh waktu lama, Hinana sudah sampai di rumah Tsubaki dan memencet bel.
"Hinana, aku senang sekali kau datang. Aku khawatir padamu, sebenarnya aku ingin menemuimu tapi Ren melarangku. Dia bilang Hinana masih butuh waktu untuk sendiri, kami minta maaf saat itu jadi ku mohon jangan keluar dari pekerjaan ini." ucap Tsubaki panjang lebar saat melihat Hinana.
"kau sudah selesai, jadi apa kau masih membiarkan aku di luar."
"Ahh maafkan aku, masuklah semua orang sudah di dalam. Teman-teman Hinana ada di sini." dengan senang Tsubaki berteriak.
"Hinana syukurlah kau kembali." ucap Emi.
"aku mungkin tidak tahu apa-apa soal fashion mode tapi mungkin aku bisa membantu apapun di sini. Aku bisa membuatkan makanan, ah tidak aku tidak bisa masak. Tapi setidaknya aku bisa memberi bantuan, jadi izinkan aku tetap bergabung." ucap Hinana.
"kau bicara apa Hinana. Justru kami sangat khawatir jika kau benar-benar keluar dari team."
"eh.. Jadi aku masih bisa."
"tentu saja, baiklah aku memerlukan bantuanmu Hinana." Emi menarik tangam Hinana dan mengajaknya menggambar pola di kain. Kali ini Koizumi team memakai hasil rancangan milik Arumi.
Sekali lagi Hinana memandang ke arah Ren, perasaannya benar-benar baik setelah melihat Ren. Apalagi Ren selalu tertawa dan tersenyum.
"Hinana bisa bantu aku pegangi kainnya." Emi memanggil Hinana.
…
Salju Di Bulan Desember
36
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 142 Episodes
Comments