Hinana pergi ke kantor pada keesokan harinya, bagaimana pun Hinana membutuhkan pekerjaan. Ia memakai sebuah earphone di telinganya saat memasuki kantor.
"oke baiklah, lakukan dengan baik Hinana." ucapnya pada diri sendiri dan memantapkan langkahnya.
"Hinana kau sudah masuk kerja bagaimana kabarmu?." tanya Emi saat melihat Hinana memasuki ruangannya.
"Hinana apa kau sudah sembuh?" Tsubaki juga antusias menanyakan karena kemarin Hinana mengalami luka bakar yang cukup parah.
Hinana pun tak merespon semua perkataan dari teman-temannya dan langsung menuju mejanya.
"sombong sekali dia, hanya karena dia mantan seorang model bisa bersikap seenaknya." terdengar seorang rekan kerjanya mengatakan hal yang membuat sakit di telinga Hinana.
"aku terluka atau mati pun juga bukan urusan kalian. Jangan pernah mencampuri urusanku." Hinana tak bisa lagi menahan emosinya karena mendengar perkataan dari Rena.
"Hey, Hinana kami semua memperdulikanmu apa itu salah?. Kau dari awal bekerja di sini sudah tidak bisa di ajak bekerja sama." Arumi pun angkat suara karena menurutnya Hinana keterlaluan.
"aku menghargai kalian hanya sebatas rekan kerja tidak pernah lebih, dan aku hanya menghormati Tuan Ren sebatas atasanku saja."
"sudah lah Hinana, Arumi kita semua teman jangan saling ribut." Tsubaki berusaha melerai perkelahian pada pagi hari.
"aku tidak berteman dengan siapapun." ucap Hinana dengan tegas kemudian menyalakan komputernya.
Keributan di ruangan Marketing sampai terdengar satu kantor, saat itu Ren melihat Hinana sudah bekerja lagi dan ingin menghampirinya. Tapi melihat kejadian itu dari jauh Ren memutuskan menghindarinya.
"Nona Hinana bisakah ke ruanganku sebentar?" Shota menyuruh Hinana menemuinya setelah keributan tadi.
"baiklah."
Hinana mengikuti Shota dari belakang dan mulai memasuki ruangan Direktur.
"Duduklah. Projek bulan ini ku percayakan padamu." Shota memberikan sebuah berkas dengan map warna hijau dan Hinana menerimanya.
"Nona Hinana, aku tidak ingin jika keributan pagi ini…
Salju Di Bulan Desember
5
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 142 Episodes
Comments