Sekar buru-buru menghabiskan makanannya. Lalu dia pamit ke toilet. Entah benar-benar kebelet atau pura-pura saja.
Sampai di toilet, Sekar membasuh mukanya di wastafel. Hingga make up-nya berantakan.
Sebenarnya Sekar yang lagi kesal, kepingin menjerit. Tapi malu kalau ketahuan. Bisa jadi dia malah dikatai orang stres.
Sementara Surya dan Sinta menyatukan kedua tangan dengan bertos ria. Mereka tertawa penuh kemenangan.
"Wah, ternyata adikku ini jago akting, ya," puji Surya sambil mengacak rambut Sinta.
"Iih, mujinya jangan pake ngacak-ngacak rambut dong." Sinta langsung cemberut. Lalu menengadahkan tangannya.
"Mana honornya?"
"Tenang aja. Nanti kalau aku gajian, pasti aku bayar honor kamu," jawab Surya.
"Ish! Tau begini, tadi aku biarin aja Kakak dimakan sama mak lampir!" sahut Sinta dengan kesal.
Lalu berdiri dan meninggalkan Surya sendirian.
"Eh, mau kemana?" Surya menarik tangan Sinta.
"Balik. Males, udah capek-capek enggak dibayar!" sahut Sinta dengan ketus.
"Ikut!" Surya pun berdiri. Dia tidak mau, nanti saat Sekar datang, dia harus menemaninya berduaan saja.
Mereka berjalan kembali ke meja para orang tua.
"Lho, Sekarnya mana?" tanya Tuti yang tak melihat anaknya.
"Tadi pamit ke toilet, Tante." Sinta langsung menjawab.
Meski dia bete pada kakaknya, tapi tetap tak tega kalau kakaknya harus menghadapi sendirian.
"Kenapa enggak ditemenin, Sur?" tanya Rahma basa basi.
"Mama gimana sih, masa ke toilet ditemani. Bisa kena marah security kalau ketahuan," jawab Surya. Kali ini Sinta membiarkan. Toh, yang nanya mamanya sendiri.
Rahma hanya tersenyum mendengar jawaban anaknya. Dia tak berminat untuk mendebatnya. Toh, pertanyaannya hanya basa basi saja. Biar Tuti merasa kalau Rahma juga perhatian pada Sekar.
"Ya sudah, kalian duduk. Kita tunggu Sekar datang, terus pulang. Eyang sudah ngantuk," ucap eyang putri.
Eyang putri dan eyang kakung memang biasa tidur jam delapan malam. Setelah sholat isya, mereka sudah siap-siap tidur.
Surya dan Sinta tersenyum…
PERAHU KERTAS (Terjebak Masa Lalu)
Bab 17 TAK SEPERTI KELIHATANNYA
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 219 Episodes
Comments