Toni berbalik badan. Dia akan masuk ke dalam rumah.
"Mama...!" Toni melihat Rahma sedang berdiri berpegangan pintu sambil terisak.
"Mama kenapa?" Toni menghampiri Rahma. Lalu memapahnya ke sofa ruang tamu.
Rahma malah semakin terisak. Toni mendekapnya dengan erat.
"Mama kenapa, hhmm?" tanya Toni lagi. Dia ciumi ujung kepala Rahma dengan lembut.
Rahma bukannya diam, isakannya malah semakin menjadi.
Toni terus mendekap dengan erat. Dia ingin memberi kenyamanan buat Rahma.
Toni membiarkan Rahma menangis sepuasnya. Mumpung tak ada anak-anak juga.
Setelah puas menangis, Rahma menghapus air matanya.
"Papa ambilin air putih, ya?" Tanpa menunggu persetujuan Rahma, Toni berjalan ke dapur.
Rahma terus saja menghapus air matanya. Sambil menghilangkan sesenggukannya.
"Minumlah, Ma." Toni memberikan gelas pada Rahma.
Rahma meraih dan segera meminumnya.
"Udah lega?" tanya Toni.
Rahma mengangguk.
"Mama mau cerita sama Papa soal Surya?" tanya Toni perlahan.
Toni yakin, kalau Rahma sedang menyimpan masalah yang besar tentang Surya.
Rahma Menatap wajah Toni. Ada keraguan di hati Rahma untuk menceritakannya. Rahma takut kalau Toni akan marah pada Surya.
Rahma juga takut kalau sampai Toni menghajar Surya seperti tadi dia menghajar Surya. Atau bukan tidak mungkin Toni akan mengusir Surya.
Meskipun Rahma saat ini sedang sangat kesal pada Surya, tapi bagaimanapun, Surya tetaplah anaknya.
Sebesar apapun kesalahan Surya, Rahma selalu bisa memaafkannya.
Mungkin sekaranglah saatnya Rahma diuji oleh anaknya. Anak yang selama ini baik-baik saja. Penurut. Cerdas. Selalu berprestasi dan sangat dibanggakannya.
Toni mengangguk, berusaha meyakinkan Rahma, bahwa dia akan baik-baik saja.
"Cerita sama Papa, Ma. Biar Mama enggak menanggungnya sendiri. Mama sudah capek mengurus mereka sendiri selama ini. Sekarang saatnya Mama berbagi dengan Papa, ya" pinta Toni.
Rahma masih diam.
Ya, selama ini Rahma sering menyembunyikan persoalannya dengan anak-anak. Bukan Rahma main rahasia-rahasiaan dengan Toni. Tapi…
PERAHU KERTAS (Terjebak Masa Lalu)
Bab 139 BERI MEREKA KESEMPATAN
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 219 Episodes
Comments