Nadia dan Susi berjalan menuju ke poly umum.
"Kamu itu kalau udah ngobrol, lupa waktu. Tadi itu teman kamu?" tanya Susi sambil berjalan.
"Baru kenal tadi. Namanya Yudis," jawab Nadia.
"Baru kenalan kok akrab banget," ucap Susi.
Tapi dalam hati Susi senang, karena Nadia punya teman lagi. Dan Susi berharap Nadia punya semangat lagi buat kuliah atau melakukan hal yang lebih bermanfaat lagi selain tidur dan makan saja.
"Dia yang ngajakin ngobrol terus. Orangnya asik diajak ngobrol," ucap Nadia.
Susi mengangguk senang. Dan berharap Nadia bisa melanjutkan pergemanannya.
Dilihat sekilas dari penampilannya, kelihatannya Yudis itu bukan lelaki sembarangan.
"Orang mana dia?" tanya Susi.
"Katanya sih daerah deket sini aja, Ma. Tapi pasnya dimana, Nadia enggak tau," jawab Nadia.
Nadia tak mungkin juga bertanya terlalu detail. Meskipun tadi saat Yudis menanyakan rumahnya, Nadia mengatakan dengan jujur.
Termasuk dimana Nadia kuliah sekarang.
"Masih kuliah atau udah kerja?" tanya Susi lagi.
"Gak tau juga, Ma. Nadia gak sempat tanya," jawab Nadia.
"Kamu gimana sih, kalau kenalan itu yang lengkap," protes Susi.
"Ih, Mama. Memangnya Nadia reporter? Mesti nanya ini itu?" Nadia pun protes pada Susi.
"Ya kan, biar jelas. Jadi lebih enak ngobrolnya," ucap Susi.
"Tadi juga lagi enak ngobrolnya. Mama aja yang gangguin!" sahut Nadia.
"Bukannya Mama gangguin. Tapi kamunya yang lupa waktu!"
"Pasien atas nama Nadia Sofia!" panggil perawat di depan pintu dokter umum.
"Tuh, nama kamu udah dipanggil. Ayo, buruan!" Susi menarik tangan Nadia.
"Iya. Nanti juga ditungguin sama perawatnya," sahut Nadia.
"Kamu pikir naik angkot, pake ditungguin!" Susi terus saja menarik tangan Nadia.
Terpaksa Nadia mempercepat langkahnya mengikuti Susi.
"Iya, Suster. Ini anak saya, Nadia Sofia," ucap Susi.
"Oh. Mari silakan masuk," ucap perawat itu dengan ramah.
Nadia dan Susi pun masuk ke dalam ruangan dokter umum.
"Selamat siang, Dok." Susi menyapa duluan.
"Iya, selamat siang. Silakan duduk," sahut dokter laki-laki s…
PERAHU KERTAS (Terjebak Masa Lalu)
Bab 216 KETEMU LAGI
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 219 Episodes
Comments