Surya menatap ke arah Nadia yang terus melangkah dengan membawa ranselnya.
Nadia menuju ke meja resepsionis. Lalu menyerahkan kunci kamarnya.
Ingin rasanya berlari dan menahan Nadia. Tapi rasanya percuma saja. Nadia terlalu keras dan membatu.
Dewa menoleh, mengikuti arah pandang Surya.
Nadia. Mau kemana dia? Tanya Dewa dalam hatinya.
Nadia pun menoleh dan menatap Dewa. Seakan ada magnet yang menuntunnya menoleh.
Perlahan Dewa melepaskan tangannya dari bahu Viona.
Viona pun ikut menoleh. Dan dilihatnya Nadia sedang menatap ke arah Dewa.
Dengan posesif, Viona meraih kembali tangan Dewa.
Surya hanya bisa menyaksikannya dengan hati hancur.
Lalu Dewa kembali menoleh pada Surya.
"Sur, aku titip Viona sebentar," ucap Dewa.
Viona merasa dirinya seperti barang saja. Seenaknya Dewa menitipkan.
Surya tak menjawab.
Lalu Dewa berusaha melepaskan lagi tangan Viona.
"Kamu mau kemana, Putra?" tanya Viona.
"Kamu sama Surya dulu, sebentar. Aku mau menemuinya," jawab Dewa.
"Enggak, Putra! Aku ikut!" sahut Viona.
"Kamu tunggulah di sini. Aku janji, ini yang terakhir kalinya," ucap Dewa.
"Putra...!" ucap Viona tak mau melepaskan Dewa.
Dewa menatap mata Viona dengan tajam.
Viona menggeleng. Dia meraih kembali tangan Dewa. Tapi Dewa menghindar.
"Putra....!"ucap Viona.
Dewa seakan tak mau mempedulikan Viona lagi. Dia berjalan meninggalkan Viona dan mengejar Nadia.
"Putra...!" panggil Viona.
Surya meraih tangan Viona.
"Udahlah, Vi. Beri kesempatan buat mereka," ucap Surya.
"Kesempatan apa?" tanya Viona mulai terisak.
"Mungkin mereka butuh kesempatan bicara. Biarkan saja dulu," ucap Surya.
Surya bicara seolah dia bisa merelakan Nadia. Padahal kenyataannya, dia juga sangat terluka.
"Enggak, Surya. Mereka akan kembali. Nadia akan mengambil Putra dariku!" sahut Viona.
"Tidak akan, Viona. Dewa tetap milik kamu. Meskipun Nadia bukan lagi milikku." Suara Surya melemah.
Viona menoleh ke arah Surya. Mata Surya memancarkan keputus asaan.
Tapi Surya berusaha tetap tegar. Melihat Nadia dan Dewa keluar…
PERAHU KERTAS (Terjebak Masa Lalu)
Bab 156 CINTA TAK PUNYA LOGIKA
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 219 Episodes
Comments