Setelah puas makan dan bercanda, Surya, Sinta dan Yogi pamit pulang. Sebentar lagi juga sudah mau maghrib.
"Sur, Cinta biar aku yang antar, ya?" pinta Yogi.
"Enggak! Sinta, ayo naik!" Surya masih saja galak. Padahal tahu kalau Yogi hanya bercanda.
Sinta pun naik ke boncengan kakaknya. Matanya terus menatap Yogi yang juga sudah siap di atas motornya.
Yogi melambaikan tangannya ke arah Sinta dengan tersenyum nakal. Sinta menunduk malu. Tapi hatinya berbunga-bunga.
Surya yang melihatnya dari spion, menoleh ke arah Yogi. Lalu mengepalkan tangannya.
Yogi tergelak. Hari ini dia bisa membuat Surya mengeluarkan sungutnya.
Yogi juga senang, karena berkali-kali membuat wajah Sinta merah merona. Termasuk juga membuat Viona menyingkir.
Itu yang paling penting. Yogi merasa berhasil membalaskan sedikit rasa sakit hatinya pada Viona.
Dan Yogi berjanji pada dirinya sendiri, akan kembali membalaskannya lagi.
Yogi tersenyum puas. Lalu menarik gas motornya. Dia mengendarai motornya sambil meliuk-liuk di depan Surya.
Lalu kembali menarik gasnya hingga seakan dia melayang.
"Dasar sinting!" gumam Surya kesal.
"Kakak kok marah-marah terus?" tanya Sinta.
"Tuh! Gara-gara manusia sinting itu!" Surya menunjuk ke arah hilangnya Yogi dengan dagunya.
"Masa temen sendiri dikatain sinting, sih?" protes Sinta.
"Emang dia sinting. Hati-hati kamu sama dia!" sahut Surya.
"Tapi kak Yogi kan teman baiknya kakak sama kak Nadia?"
"Pokoknya kalau aku bilang hati-hati ya hati-hati. Dia itu orangnya enggak konsisten," sahut Surya.
"Enggak konsisten gimana?"
Surya tak menjawab. Karena mereka sudah sampai di depan rumahnya.
Sinta turun dari boncengan. Dia menunggu Surya turun juga.
"Ngapain di situ terus?" tanya Surya.
"Kakak belum jawab pertanyaanku," jawab Sinta.
"Pertanyaan apa?" Surya malah lupa dengan pertanyaannya sendiri.
"Ish. Nyebelin. Yang kata Kakak, enggak konsisten," jawab Sinta. Dia mengikuti langkah Surya.
Surya menoleh ke arah Sinta. Lalu menghela nafasnya dan duduk di kursi teras.
"Begini adi…
PERAHU KERTAS (Terjebak Masa Lalu)
Bab 54 KELUPAAN
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 219 Episodes
Comments