Nadia terpaksa menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang. Dan mata Nadia kembali menatap pasangan jadi-jadian itu memasuki area rumah makan.
Hh! Menyebalkan sekali. Gumam Nadia dengan kesal. Lalu dia melepas helmnya.
"Nih. Maaf, Pak," ucap Nadia. Dan buru-buru lari masuk ke dalam. Dia merasa matanya telah tercemar pemandangan yang memuakan.
Bukan cuma matanya saja yang tercemar, hatinya juga ikutan kena polusi.
"Mbak. Saya mau ketemu mama saya. Dia ada di ruangan mana?" tanya Nadia dengan ketus pada resepsionis.
"Mamanya namanya siapa, ya?" tanya resepsionis.
Nadia menghela nafasnya. Dia lupa kalau si resepsionis tak kenal dengan dirinya. Karena Nadia tak pernah mau diajak ke salon itu.
"Susi Haris!" jawab Nadia masih dengan nada ketus.
Nadia melampiaskan kekesalannya pada resepsionis yang tak tahu apa-apa.
"Oh, bu Susi Haris? Anda siapanya?" tanya resepsionis itu dengan ramah. Tapi Nadia malah semakin emosi.
"Saya anaknya!" jawab Nadia dengan geram.
Resepsionis itu menatap wajah Nadia tanpa merasa bersalah. Karena kenyataannya dia tak punya salah apa-apa.
"Bu Susi ada di ruangan nomor 3. Itu di sebelah sana." Resepsionis itu menunjuk sebuah kamar yang pintunya tertutup.
Tanpa mengucapkan terima kasih, Nadia nyelonong saja.Sampai di depan pintu ruangan, Nadia mengetuknya.
Nadia juga masih punya sopan santun. Apalagi berurusan dengan mamanya. Bisa diomelin panjang lebar kalau dia main masuk aja.
Seorang capster yang sedang memassage Susi membuka pintunya sedikit.
"Mau cari siapa?" tanya capster.
"Saya mau ketemu mama saya. Tuh, orangnya." Nadia menunjuk ke arah Susi yang sedang tidur tengkurap.
"Bu Susi?" tanya capster itu.
Nadia mengangguk, lalu langsung masuk menghampiri Susi.
"Ma. Ye...malah tidur," ucap Nadia.
Susi membuka matanya yang masih terasa lowbath.
"Kamu jadi kesini? Kirain enggak jadi," ucap Susi dengan entengnya.
"Jadilah, Ma. Bete di rumah," sahut Nadia beralasan.
"Makanya...berangkat kuliah biar enggak bete!" ucap Susi.
"Orang dibilangin capek.…
PERAHU KERTAS (Terjebak Masa Lalu)
Bab 170 POLUSI MATA
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 219 Episodes
Comments